Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penanggulangan Risiko Bencana Masih Minim Pegetahuan

Pengurangan risiko bencana hingga saat ini masih belum maksimal. Salah satu penyebabnya adalah minim pengetahuan risiko yang berpengaruh pada penyelesaian dari akar masalah penyebab risiko bencana, diungkapkan oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI Tri Nuke Pudjiastuti.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  20:20 WIB
Foto aerial kondisi lokasi bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (5/4). - Antara/Apriliandri
Foto aerial kondisi lokasi bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (5/4). - Antara/Apriliandri

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 harus menjadi pelajaran yang berharga dan tidak boleh dilupakan oleh bangsa ini, demikian kata Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Puspita Lisdiyanti.

"Di masa mendatang jika terjadi pandemi yang berasal dari mikroogranisme, harus diantisipasi dari awal sehingga penyebaran dapat dikendalikan," ungkap Puspita dalam siaran pers Rabu (21/10/2020).

Pengurangan risiko bencana hingga saat ini masih belum maksimal. Salah satu penyebabnya adalah minim pengetahuan risiko yang berpengaruh pada penyelesaian dari akar masalah penyebab risiko bencana, diungkapkan oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI Tri Nuke Pudjiastuti.

Melalui siaran pers, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto menjelaskan LIPI menjalankan dua peran utama dari empat tindakan prioritas dalam upaya pengurangan risiko bencana. Peran tersebut adalah memberikan pemahaman kepada publik mengenai risiko bencana dan meningkatkan kinerja manajemen risiko bencana.

Menurut Eko hingga saat ini masih ada jurang lebar antara pembuat kebijakan, publik dan juga peneliti-akademisi di Indonesia. Jurang ini menurutnya bisa dijembatani melalui komunikasi sains.

Eko menambahkan selama ini kebutuhan dan prioritas pembuat kebijakan tidak terkomunikasikan dengan baik, sementara peneliti-akademisi jarang melihat pembuat kebijakan dan publik sebagai audiens kunci bagi riset mereka.

Nuke Pudjiastuti mengungkapkan LIPI memiliki pengalaman panjang dalam melakukan penelitian di bidang kebencanaan baik dari aspek hard science dan social science. Menurutnya penggabungan antar disiplin ilmu ini adalah upaya untuk melihat bagaimana pengurangan risiko bencana dapat dioptimalkan dengan menggunakan pendekatan multidisiplin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lipi bencana alam
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top