Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hasil Investigasi TGPF Intan Jaya: Aparat, KKB dan Pihak Ketiga Terlibat

Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) memaparkan hasil investigasi terkai kasus penembakan empat orang di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  16:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD memaparkan materi pada acara Bincang Seru Mahfud di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Bisnis - Rachman
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD memaparkan materi pada acara Bincang Seru Mahfud di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan empat orang di Kabupaten Intan Jaya, Papua menyatakan adanya keterlibatan baik aparat, kelompok kriminal bersenjata (KKB), dan juga pihak ketiga.

Hal ini dinyatakan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2020).

Dia mengatakan bahwa adanya dugaan keterlibatan KKB dalam peristiwa pembunuhan terhadap dua aparat, yakni Serka Sahlan pada 17 September 2020 dan Pratu Dwi Akbar Utomo pada tanggal 19 September 2020. 

Demikian pula terbunuhnya seorang warga sipil atas nama Badawi pada tanggal 17 September 2020. 

Adapun terkait terbunuhnya Pendeta Yeremia Zanambani pada 19 September 2020, menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat. "Meskipun ada juga kemungkinan dilakukan oleh pihak ketiga," ujarnya.

Kendati ada dugaan demikian, Mahfud menekankan bahwa temuan dari TGPF tersebut tidak bersifat pro justitia, melainkan akan menjadi bahan bagi penegak hukum.

"[Laporan] ini akan diberikan sebagai informasi tentang berapa orang dan siapa ke penegak hukum. Ini bukan pro justitia, tidak boleh menyebut orang," ujarnya.

Hasil temuan TGPF telah diserahkan kepada kepolisian dan kejaksaan untuk ditindaklanjuti. Dia berharap penegak hukum menyelesaikan kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. 

Pemerintah meminta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk mengawal prosesnya lebih lanjut.

Ketua TGPF Benny Mamoto mengatakan saat ini pihaknya berhasil meyakinkan keluarga korban untuk menandatangani berita pemeriksaan acara (BAP) dan tindakan otopsi di rumah sakit independen. 

"Temuan TGPF ada yang sangat signifikan. Tidak terlalu lama bisa langsung ditingkatkan ke proses penyidikan dan penyelidikan. Semua kejadian sudah dibuat laporannya sehingga proses hukum bisa berjalan."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md papua kkb intan jaya
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top