Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Felda Tersandung Kasus, Crazy Rich Malaysia Ini Ulurkan Tangan

Syed Mokhtar Albukhary berniat menyuntikkan aset-asetnya ke Felda Global Ventures Holding beberapa pekan setelah AS melarang impor CPO dan produk terkait dari FGV. Aksi tersebut ditaksir bakal tantangan serius bagi produsen CPO terbesar di Malaysia, Sime Darby.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  18:21 WIB
Wisma FGV, Kuala Lumpur. Gedung ini merupakan kantor pusat FGV Holding Berhad, salah satu produsen CPO terbesar di dunia. - fgvholding.
Wisma FGV, Kuala Lumpur. Gedung ini merupakan kantor pusat FGV Holding Berhad, salah satu produsen CPO terbesar di dunia. - fgvholding.

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu orang terkaya di Malaysia Syed Mokhtar Albukhary, berencana menggabungkan aset perusahaannya dengan Felda Global Ventures Holdings Berhad, produsen minyak kelapa sawit (CPO) yang beberapa waktu lalu dicekal oleh pihak Amerika Serikat.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (16/10/2020), Perspective Land (M) Sdn., yang dimiliki oleh Syed Mokhtar diperkirakan akan menyuntikkan aset-aset perkebunan  ke Felda, salah satu produsen CPO terbesar di dunia. Apabila transaksi ini terealisasi, Felda akan menjadi pemegang saham mayoritas Perspective Land.

Merger tersebut juga akan memanaskan persaingan dengan Sime Darby Plantations Bhd sebagai produsen CPO nomor satu di dunia. Selain itu, aksi ini akan membuat lahan perkebunan CPO yang dimiliki FGV mencapai 473 ribu hektar, atau sedikit dibawah lahan milik Sime Darby sebesar 590 ribu hektar.

Penawaran dari Syed Mokhtar datang beberapa pekan setelah AS melarang impor CPO dan produk terkait dari FGV menyusul tuduhan perusahaan yang memberlakukan kerja paksa.

Otoritas terkait AS pada Kamis kemarin menyatakan pihaknya menemukan 11 indikator praktik kerja paksa pada kegiatan operasional FGV. Adapun sebanyak 5 persen dari angka penjualan perusahaan berasal dari wilayah Amerika Utara.

Adapun akibat kabar ini, saham FGV melesat 7,5 persen ke posisi 1,15 ringgit atau kenaikan terbesar sejak 20 Juli 2020. Nilai tertinggi yang pernah dicatatkan FGV adalah sebesar 5,50 ringgit pada Juli 2012.

Syed Mokhtar Albukhary

Syed Mokhtar Albukhary, orang terkaya ke-13 Malaysia versi Forbes./The Star

Head of Research CGS-CIMB Securities Kuala Lumpur Ivy Ng mengatakan hingga saat ini belum ada informasi yang jelas terkait transaksi ini. Ia pun tetap mempertahankan rekomendasinya pada level hold dengan target harga 1,21 ringgit.

FGV yang dahulu bernama Felda Global Ventures Holdings Bhd melantai di bursa Malaysia pada 2012 lalu setelah penawaran umum perdana yang sukses meraup US$3,3 miliar. 

Perusahaan itu  kini berada di bawah kepengurusan yang baru dan tengah aktif melakukan penjualan aset-aset non produktif, efisiensi biaya, dan meningkatkan produktivitas pada kegiatan bisnis kelapa sawit.

Untuk diketahui, Syed Mokhtar adalah salah satu orang paling tajir di Malaysia. Dilansir dari Forbes, Syed Mokhtar adalah orang terkaya ke-13 di Malaysia. Kekayaan bersih AlBukhary tercatat US$1,3 miliar.

Syed Mokhtar yang memulai bisnis sebagai pedagang beras ini merupakan pemilik dari dua kelompok usaha yang sahamnya tercatat di Bursa Malaysia, MMC Corp dan DRB-HICOM.

MMC adalah grup usaha yang memiliki bisnis pelabuhan dan konstruksi sedangkan bisnis DRB-HICOM mencakup otomotif dan properti. Pada 2017, DRB-HICOm menjual 49,9 persen sahamnya di Proton kepada perusahaan otomotif China, Geely.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia felda harga cpo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top