Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Cara Dokter E Lecehkan Penumpang Usai Rapid Test di Soekarno-Hatta

DD mengaku Eko kerap menuliskan kata-kata diantaranya “kangen” dan “sayang” dalam pesannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 September 2020  |  15:43 WIB
Rapid test Covid-19 secara massal dilakukan terhadap pedagang di pasar rakyat Bantul - ANTARA/Hery Sidik
Rapid test Covid-19 secara massal dilakukan terhadap pedagang di pasar rakyat Bantul - ANTARA/Hery Sidik

Bisnis.com, JAKARTA - Tersangka penipuan dan pelecehan rapid test, dokter Eko Firston Y mengaku baru pertama kali melakukan aksinya terhadap seorang pasien.

Pengakuan itu dia disampaikan kepada polisi saat menjalani pemeriksaan.

"Pertama dan sekali," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Alexander Yurikho saat dikonfirmasi Tempo lewat pesan singkat, Sabtu (26/9/2020).

Eko ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan pelecehan terhadap korban inisial LHI.

Perkara tersebut berlangsung saat korban menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 13 September 2020 lalu.

Sebelumnya, perempuan berinisial DD mengalami tindakan serupa. Kejadian berlangsung saat DD hendak berangkat ke Lampung dari Bandara Soekarno-Hatta pada Juli 2020.

Sebelum naik pesawat, ia pun melakukan rapid test sebagai syarat penerbangan.

“Berangkat lewat Soetta Terminal 3, rapid test di sana juga,” kata DD.

Menurut dia, Eko menanyakan beberapa hal yang bersifat personal saat melakukan rapid test.

Contohnya seperti menanyakan lokasi tinggal EFY di Lampung, berapa lama akan menetap dan lain sebagainya. Bahkan, Eko juga minta oleh-oleh.

Serampungnya tes tersebut, DD beranjak meninggalkan lokasi.Tak lama kemudian ponselnya berdering.

“Ini saya dokter Eko,” ujarnya mengutip.

“Dapat nomor saya dari mana?" lanjut DD.

"Kan tadi kamu ngisi nomor, jangan lupa ya oleh-olehnya pas nanti kamu pulang, gampang deh nanti aku transfer,’” begitu DD menirukan.

DD merasa tidak nyaman lantaran Eko mengambil nomornya dari data medis yang ia isi untuk keperluan mengikuti rapid test.

Ia pun mempertanyakan kepatutan tindakan tersebut.

Sesampainya di kota tujuan, DD menghabiskan waktu dengan keluarga lantaran ia sedang libur kerja. Namun, Eko kembali menghubunginya, kali ini bukan sekedar lewat telepon namun videocall.

Tidak hanya sekali dua kali, menurut dia, panggilan tersebut dilakukan berulang-ulang setiap hari.

“Akhirnya saya WA, ‘ada apa ya dok?’ ‘Jangan lupa ya oleh-olehnya,” kata DD lagi membacakan jawaban Eko.

Tidak berhenti di situ, Eko pun mengirimkan pesan-pesan yang menurut DD merupakan pelecehan verbal.

 “Di salah satu obrolan kita dia mengarah ke fisik, ngomongin saya ‘ih kamu tuh seksi banget ya, aku tuh suka gimana gitu kalo ngeliatin kamu,’ langsung saya bentak ‘maksudnya apa ya?” kata dia.

Menurut korban, Eko berdalih hal tersebut adalah pujian. Selain itu, DD mengaku Eko kerap menuliskan kata-kata diantaranya “kangen” dan “sayang” dalam pesannya.

Masih lewat WhatsApp, Eko juga pernah berusaha mengajak DD untuk pergi makan bersama di Bandara.

“Saya bilang dia tolong sopan, hubungan kita hanya dokter dan pasien, tolong jaga profesionalitasnya,” kata DD menanggapi hal tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara soekarno-hatta rapid test

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top