Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinovac Siap Suntikkan Uji Coba Vaksin Secara Massal di Sejumlah Negara

Dengan kembali naiknya angka kasus baru di Asia dan Eropa, pemerintahan harus menghadapi gelombang baru di musim dingin dan tingginya tekanan meningkat untuk imunisasi. Pemberian vaksin diyakini merupakan kunci bagi negara untuk membuka kembali ekonominya.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 September 2020  |  12:54 WIB
Pukesmas Garuda di Jl. Dadali No.81 Kota Bandung menjadi salah satu dari empat Puskemas Kota Bandung yang menjadi  lokasi uji coba penyutikan Vaksin Covid - 19 dari Sinovac yang diproduksi PT Bio Farma. Tiga Puskmas lainnya adalah Sukapakir, Ciumbuleuti, Dago. Foto: Google Maps
Pukesmas Garuda di Jl. Dadali No.81 Kota Bandung menjadi salah satu dari empat Puskemas Kota Bandung yang menjadi lokasi uji coba penyutikan Vaksin Covid - 19 dari Sinovac yang diproduksi PT Bio Farma. Tiga Puskmas lainnya adalah Sukapakir, Ciumbuleuti, Dago. Foto: Google Maps

Bisnis.com, JAKARTA – Sinovac Biotech Ltd., perusahaan asal China ini menyatakan negara-negara yang sedang melakukan uji klinis tahap akhir misalnya Indonesia, Turki, dan Brazil akan mendapatkan suntikan vaksin pada saat yang bersamaan dengan China.

Kerja sama antara China dengan ketiga negara tersebut terkait distribusi vaksin dapat sekaligus memperkuat hubungan diplomatis di era Covid-19.

Chief Executive Officer Yin Weidong Sinovac mengatakan bakal memprioritaskan negara-negara yang melakukan uji coba fase III dan kemudian menawarkan dosis vaksin ke negara yang paling parah terkena virus Corona ini.

Dilansir Bloomberg, Jumat (25/9/2020), Yin menargetkan perusahaannya sudah mengumpulkan data interim pada September mendatang dari uji coba klinis tahap III kepada 10.000 orang di Brazil. Lalu, Sinovac akan segera meminta izin distribusi dari China dan Brazil untuk penggunaan massal pada akhir tahun ini.

Target tersebut sekaligus memanaskan persaingan Sinova dengan perusahaan lainnya di Amerika Serikat dan Inggris, termasuk AstraZeneca Plc. and Moderna Inc.

Dengan kembali naiknya angka kasus baru di Asia dan Eropa, pemerintahan harus menghadapi gelombang baru di musim dingin dan tingginya tekanan meningkat untuk imunisasi. Pemberian vaksin diyakini merupakan kunci bagi negara untuk membuka kembali ekonominya.

Meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan bahwa vaksin Covid-19 bisa segera disetujui pada November tahun ini, konsensus pengamat kesehatan dan otoritas terkait menyatakan dibutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum vaksin bisa didistribusikan dengan aman untuk memerangi virus Corona.

Hingga saat ini, ada 10 kandidat vaksin dengan berbagai progres uji klinis terhadap manusia.

Namun, China sudah berjanji akan menyuplai vaksin Covid-19 setidaknya kepada 62 negara yang ditunjukkan dengan penandatanganan kerja sama dengan Indonesia dan Pakistan.

Sementara itu, China menolak bekerjasama beberapa negara, salah satunya adalah Kanada.

Yin mengemukakan perusahaannya juga tengah berencana untuk melakukan penyuntikan uji coba vaksin ke anak-anak dan dosisnya bakal tetap stabil hingga 28 hari engan suhu 37 derajat Celcius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Vaksin covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top