Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BNPT Dilibatkan Selidiki Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan pihaknya akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk mendalami kasus penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber.
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) turut melakukan penyelidikan terkait peristiwa penyerangan terhadap ulama Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung pada Minggu (13/9/2020).

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan pihaknya akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk mendalami kasus tersebut.

"Apakah kejadian itu memiliki afiliasi dengan kelompok teroris, perlu didalami," kata Boy dalam rapat kerja terkait anggaran tahun 2021 dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Selasa (15/9/2020).

Boy juga mengungkapkan pihaknya sekarang masih menyelidiki jejak digital dari pelaku tunggal tersebut.

Boy mengatakan berdasarkan informasi yang diterima BNPT dari pihak keluarga pelaku, disebutkan bahwa dia memiliki gangguan jiwa selama lima tahun terakhir. Akan tetapi, Boy mengaku tak percaya begitu saja meski ada bukti kejiwaan tersangka yang bermasalah dari sebuah rumah sakit di Lampung pada 2016 lalu.

"Kita tidak percaya begitu saja, kita telah bersama-sama dengan aparat melakukan pendalaman lebih lanjut terutama berkaitan dengan masalah apakah yang bersangkutan benar-benar gila atau pura-pura gila," kata Boy.

Karena itu, Boy mengatakan pihaknya bersama Polri sampai saat ini sedang memeriksa kondisi psikologis pelaku penyerangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pria pada Minggu (13/9/2020). Peristiwa itu terjadi saat Syekh Ali Jaber mengisi ceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Akibatnya, tangan kanan pendakwah itu terluka akibat tusukan.

Peristiwa ini juga mendapat reaksi dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Lampung. Mereka mendesak kepolisian yang menangani kasus penusukan ulama terkenal di Indonesia Syekh Ali Jaber seterang-terangnya.

Pengungkapan kasus dan motif penusukan tersebut, menjadi penting agar tidak terulang kembali kasus yang sama di tempat berbeda.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper