Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

12 Kontraktor Migas Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai

Kegiatan rehabilitasi DAS diwajibkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk setiap pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 07 September 2020  |  20:03 WIB
Foto udara limbah pabrik yang dibuang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/2/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Foto udara limbah pabrik yang dibuang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/2/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyebutkan bahwa terdapat 12 kontarktor migas yang tengah melakukan kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan bahwa terdapat 19 lokasi yang sedang dalam proses kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) dengan luasan kurang lebih 6.034,18 ha yang bekerja sama dengan 12 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

“Kami selalu melibatkan masyarakat sekitar lokasi rehabilitasi DAS …,” ujar Dwi melalui siaran pers, Senin (7/9/2020).

Adapun, rehabilitasi DAS merupakan kegiatan untuk mendorong daya dukung dan daya tampung lingkung lingkungan pada daerah aliran sungai agar tidak mengalami penurunan.

Kegiatan tersebut diwajibkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk setiap pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).

Sampai saat ini, total IPPKH yang masih aktif sebanyak 1.039 unit atau setara dengan 500.131 hektare, terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu IPPKH untuk pertambangan sebanyak 669 unit seluas 445.953 ha dan IPPKH nonpertambangan sebanyak 370 unit seluas 54.178 ha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkks daerah aliran sungai
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top