Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengganti Shinzo Abe, Eks Menteri Pertahanan Jepang Terpopuler

Survei yang dilakukan oleh Kantor Berita Kyodo dan TV Tokyo menunjukkan satu sosok yang dianggap populer menggantikan Shinzo Abe.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  16:49 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjalan menuruni podium setelah memberikan keterangan media mengenai pengunduran dirinya di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, Jumat (28/8/2020)/Antara Foto-Franck Robichon - Pool via Reuters
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjalan menuruni podium setelah memberikan keterangan media mengenai pengunduran dirinya di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, Jumat (28/8/2020)/Antara Foto-Franck Robichon - Pool via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Shinzo Abe secara resmi mengumumkan mundur dari jabatan Perdana Menteri Jepang lantaran alasan kesehatan pada akhir pekan lalu, Jumat (28/8/2020). Pengunduran diri itu kemudian menjadi momen sejumlah tokoh politisi Jepang memulai kompetisi untuk menjadi pengganti Abe.

Survei yang dilakukan oleh Kantor Berita Kyodo akhir pekan kemarin menunjukkan bahwa mantan menteri pertahanan Jepang, Shigeru Ishiba, menjadi tokoh pilihan paling populer di tengah masyarakat Jepang untuk menggantikan Shinzo Abe sebagai perdana menteri.

Hasil survei media nasional itu menunjukkan bahwa Shigeru Ishiba mendapat dukungan publik sebesar 34 persen, dua kali lipat di atas Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, yang berada di urutan kedua dengan 14 persen.

Survei yang dilakukan oleh TV Tokyo juga menunjukkan hasil yang hampir serupa, yakni dukungan untuk Ishiba sebanyak 28 persen, disusul oleh menteri pertahanan saat ini, Taro Kono, sebesar 15 persen, sedangkan Suga berada di posisi keempat dengan angka 11 persen.

Kedua survei tersebut sekaligus menyoroti terdapat perbedaan tokoh terpopuler menurut masyarakat dengan menurut pihak internal Partai Demokratik Liberal (LDP).

Suga, yang telah lama menjadi pembantu kunci bagi Abe, diperkirakan akan mendapat dukungan dari faksi dalam partai yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal LDP Toshihiro Nikai dan sejumlah faksi lainnya, menurut laporan media lokal.

Keadaan itu menjadi tantangan bagi Ishiba, yang merupakan pengkritik Abe, mengingat dia pun kalah dari Abe dalam pemilihan pemimpin partai terakhir pada 2018 dan dianggap kurang begitu populer di dalam partai.

Sementara itu, ada pula nama Fumio Kishida, Ketua Kebijakan LDP, yang muncul sebagai kandidat potensial dan menempati posisi terakhir pada kedua survei.

Kompetisi politik antara sejumlah nama-nama potensial tersebut dijadwalkan digelar dalam pemilihan di internal partai pada sekitar tanggal 15 September mendatang.

Brad Glosserman, Wakil Direktur Pusat Strategi Pengambilan Kebijakan di Universitas Tama, berpandangan bahwa Suga berada dalam posisi aman dalam dinamika internal LDP, namun mungkin tak ideal dalam waktu pemilihan. Pemilihan umum harus dilakukan paling lambat akhir Oktober 2021.

"Suga sepertinya tidak mempunyai karisma ataupun visi untuk mendorong Jepang ke arah baru. Ia tampaknya akan selama-lamanya menjadi sang "Nomor Dua", seperti yang ia nyatakan sendiri dalam janji yang dibuat oleh bosnya," kata Glosserman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang shinzo abe

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top