Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menkeu Filipina Ancang-Ancang Rilis Global Bond US$2,35 Miliar untuk Tutup Defisit

Pemerintah berencana untuk merilis surat utang denominasi dolar AS senilai US$1 miliar dan surat utang berdenominasi yen sebesar US$1,35 miliar dalam sisa tahun ini. Dengan demikian, total surat utang global Filipina mencapai US$6 miliar.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  15:07 WIB
Bursa Efek Filipina. - Bloomberg
Bursa Efek Filipina. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Filipina Rosalia de Leon mempertimbangkan penerbitan surat utang global untuk membantu menutupi defisit anggaran yang diperkirakan meningkat ke rekor tertinggi pada tahun ini.

Bahkan, defisit anggaran Filipina diperkirakan akan terus meningkat pada 2021.

"Kami melihat perkembangannya mengingat keputusan Fed terkait dengan pandangan dan kebijakan moneter jangka panjangnya," kata de Leon kepada Bloomberg.

Selain itu, dia mengaku pihaknya juga mempertimbangkann dampak dari mundurnya PM Jepang Shinzo Abe.

Pemerintah berencana untuk merilis surat utang denominasi dolar AS senilai US$1 miliar dan surat utang berdenominasi yen sebesar US$1,35 miliar dalam sisa tahun ini. Dengan demikian, total surat utang global Filipina mencapai US$6 miliar.

Filipina menargetkan mengumpulkan US$61,9 miliar utang pada 2020, dimana 74 persen akan ditarik dari pasar domestik.

Pemerintah tahun ini memperkirakan defisit fiskal melebar hingga 9,6 persen dari PDB pada tahun ini dan 8,5 persen pada 2021.

Defisit fiskal Filipina pada tahun lalu mencapai 3,55 persen. Dari data Bloomberg, utang jatuh tempo Filipina pada 2021 mencapai US$2,8 miliar dari surat utang berdenominasi yen, yuan dan dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara filipina defisit fiskal

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top