Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dugaan Konspirasi Djoko Tjandra-Jaksa Pinangki, Oknum MA Terlibat?

Rencana pembuatan fatwa MA tidak mungkin hanya dilakukan oleh tersangka Djoko Soegiharto Tjandra dan Pinangki Sirna Malasari.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  14:53 WIB
Ilustrasi-Gedung Mahkamah Agung Indonesia. - Dok. Istimewa
Ilustrasi-Gedung Mahkamah Agung Indonesia. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan oknum Mahkamah Agung terkait rencana pembuatan fatwa MA untuk membatalkan eksekusi terpidana Joko Soegiharto Tjandra atau Djoko Tjandra dalam kasus cessie Bank Bali.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan bahwa pembuatan fatwa MA tidak mungkin hanya dilakukan oleh tersangka Djoko Soegiharto Tjandra dan Pinangki Sirna Malasari. Hari menyebutkan kemungkinan adanya campur tangan pihak lain yang membuat fatwa itu.

Namun, selain Djoko Tjandra dan Pinangki Sirna Malasari, Hari tidak mau berspekulasi siapa yang akan jadi tersangka baru dalam kasus tindak pidana gratifikasi tersebut.

"Semua itu tergantung alat buktinya nanti, kita akan lihat seperti apa. Apakah ada persekongkolan nanti kita lihat yang jelas ini terkait dengan fatwa MA itu," tutur Hari, Kamis (27/8/2020).

Dia menjelaskan bahwa fatwa MA tersebut direncanakan dibuat agar Joko Soegiharto Tjandra yang berstatus sebagai terpidana dalam kasus cessie Bank Bali tidak dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Konspirasinya adalah agar tidak dieksekusi Jaksa dan akhirnya meminta fatwa ke MA, kira-kira seperti itu," kata Hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kasus Djoko Tjandra Jaksa Pinangki
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top