Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Demo Penembakan Jacob Blake, Gubernur Wisconsin Umumkan Keadaan Darurat

Jumlah personel Garda Nasional yang dikerahkan di kota Kenosha, Wisconsin, ditingkatkan menjadi menjadi 250 orang. Mereka akan membantu penegakan hukum di kota tersebut.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  13:48 WIB
Aksi protes menyusul penembakan Jacob Blake, seorang pria kulit hitam di Kenosha City, Wisconsin, AS. - Bloomberg
Aksi protes menyusul penembakan Jacob Blake, seorang pria kulit hitam di Kenosha City, Wisconsin, AS. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Wisconsin Tony Evers mengumumkan keadaan darurat menyusul aksi protes yang berujung kerusuhan terkait penembakan polisi terhadap pria kulit hitam, Jacob Blake.

Demonstrasi tersebut diwrnai bentrokan dan perusahan sejumlah toko dirusak dan puluhan bangunan.

Evers meningkatkan jumlah personel Garda Nasional yang dikerahkan menjadi 250. Mereka akan membantu penegakan hukum di kota Kenosha. Evers juga mengecam setiap tindak kekerasan dan perusakan.

“Kami tidak bisa membiarkan siklus rasisme dan ketidakadilan sistemik berlanjut. Kami juga tidak dapat terus membiarkan kerusakan dan kehancuran yang terjadi," ungak Evers, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (26/8/2020).

Sementara itu, calon presiden AS dari partai Demokrat, Joe Biden, mengeluarkan pernyataan serupa pada Selasa (25/8) malam.

“Aksi protes akibat kebrutalan seperti itu benar dan perlu. Ini benar-benar tanggapan warga Amerika. Tetapi melakuan perusakan tidak dibenarkan, begitu pula kekerasan yang membahayakan nyawa dan menutup bisnis yang melayani masyarakat,” kata Penasihat Senior tim kampanye Joe Biden, Symone Sanders.

Aksi protes yang berujung bentrokan ini bemula dari penembakan Jacob Blake oleh anggota polisi di Kenosha, Wisconsin. Akibat tembakan tersebut, Blake menderita lumpuh dari pinggang ke bawah.

Dalam video yang memperlihatkan kejadian tersebut. Polisi melepaskan tujuh tembakan ke arah Blake dari belakang. Video tersebut cepat menyebar di media sosial dan memicu protes terbaru atas ketidakadilan rasial di beberapa kota.

Aksi ini terjadi tiga bulan setelah kematian George Floyd di tangan polisi Minneapolis, memicu demonstrasi di seluruh AS dan memicu perdebatan yang lebih luas tentang isu rasial.

Ayah Blake, yang juga bernama Jacob Blake, mengatakan kepada Chicago Sun-Times bahwa dia tidak tahu apakah kelumpuhan putranya yang berusia 29 tahun akan menjadi permanen.

"Mereka menembak putra saya tujuh kali. Tujuh kali. Sepertinya dia tidak penting. Tapi anakku penting. Dia manusia, dan dia penting," kata Jacob Blake Senior pada konferensi pers di Kenosha.

Pada kesempatan yang sama, pengacara Blake, Patrick salvi mengatakan berdasarkan informasi dokter mengangani Blake, dia menderita patah tulang belakang, patah tulang belakang, dan kerusakan pada perut, ginjal dan hatinya.

"Butuh keajaiban bagi Jacob Blake Jr. untuk bisa berjalan lagi. Luka-luka itu adalah hasil dari penggunaan kekerasan yang brutal, sekali lagi, pada seorang warga Afrika-Amerika,” kata pengacara Blake lainnya, Ben Crumb, seperti dikutip Aljazeera.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demonstrasi diskriminasi rasial
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top