Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kamala Harris Resmi Dampingi Biden Lawan Trump di Pemilu AS 2020

Harris dan Biden didukung penuh oleh banyak negarawan dan tokoh politik untuk melawan Trump pada Pemilu AS, November mendatang.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 20 Agustus 2020  |  19:28 WIB
Calon Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris. - Bloomberg.
Calon Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris. - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Senator asal California Kamala Harris resmi terpilih sebagai kandidart calon wakil presiden dari Partai Demokrat mendampingi Joe Biden sebagai calon presiden.

Sebelumnya, Joe Biden telah secara langsung memilih Harris sebagai wakilnya dalam Pilpres AS November mendatang.

Dikutip dari Strait Times, Harris menjadi wanita kulit hitam pertama dan berdarah India yang mendapat tiket maju ke bursa pemilihan presiden AS.

Harris yang siap bertarung dalam Pilpres AS 2020 mengungkapkan kepemimpinan Presiden Trump yang memecah belah telah membawa negara itu ke titik perubahan.

Oleh sebab itu, dia menyerukan agar para pemilih memberikan hak suaranya karena pemilihan yang akan diadakan pada 3 November 2020 akan sangat penting untuk mengeser Presidnen Trump.

“Kekacauan yang terus-menerus membuat kami terombang-ambing, ketidakmampuan membuat kami merasa takut, ketidakpedulian membuat kami merasa sendirian," ujar Harris, dilansir dari South China Morning Post.

Biden dan Harris didukung penuh oleh banyak negarawan dan tokoh politik dari partainya.

Barack Obama memperingatkan bahwa pemerintahan Trump akan menghancurkan demokrasi AS.

Dia meminta orang AS untuk mendukung Biden dan Harris serta Partai Demokrat dalam pemilihan federal dan negara bagian.

"Apa yang kita lakukan 76 hari ke depan ini akan bergema dari generasi ke generasi," katanya.

Hillary Clinton juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Trump.

"Empat tahun yang lalu, orang datang, mengatakan kepada saya: 'saya tidak sadar bagaimana dia berbahaya', 'saya berharap bisa kembali dan mengulang semua', 'saya seharusnya memilih. Ini tidak boleh terjadi pemilu cap-cip-cup," ujar Hillary.

Sambutan Harris

Banyak pihak yang melihat sambutan Harris sebagai kesempatan bagi dirinya memperkenalkan diri kepada publik AS tentang latar belakang, kualifikasi dan kekuatannya sebagai kandidat.

Harris memaparkan sejarah hidupnya, di mana dia memberikan penghormatan kepada wanita-wanita di hidupnya, termasuk ibunya yang berdarah India, Shyamala Gopalan.

Ibunda Harris adalah peneliti kanker payudara yang meninggal pada 2009. Mendiang ibunda datang ke AS pada usia 19 tahun untuk mengejar mimpi mengejar gelar PhD di Universitas California Berkeley.

Di kampus itu, sang ibu bertemu dengan Donald Harris yang mahasiswa jurusan ekonomi asal Jamaica.

"Mereka jatuh cinta seperti layaknya orang Amerika - ketika melakukan unjuk rasa untuk pergerakan hak sipil di tahun 1960-an," ungkap Harris dalam sambutannya di konvensi Partai Demokrat.

Dia membayangkan ibunya mungkin tidak pernah membayangkan dirinya bisa berdiri di konvensi tersebut dan menerima nominasi sebagai kandidat wakil presiden AS.

"Dia [Ibu] mengajarkan kami untuk bersemangat dan bersimpati terhadap perjuangan masyarakat. Untuk percaya bahwa layanan publik adalah tujuan mulia dan perjuangan untuk keadilan adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biden Donald Trump Pemilu Amerika
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top