Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bareskrim Gelar Perkara Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengemukakan bahwa ekspose perkara surat jalan palsu tersebut sudah dilakukan tim penyidik Bareskrim Polri sejak pukul 10.00 WIB tadi hingga saat ini.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  12:09 WIB
Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia ditunjukkan kepada media saat konferensi pers di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2020). - Antara
Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia ditunjukkan kepada media saat konferensi pers di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri tengah melakukan gelar (ekspose) perkara terkait kasus tindak pidana surat jalan palsu untuk membantu terpidana Djoko Soegiharto Tjandra.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengemukakan bahwa ekspose perkara surat jalan palsu tersebut sudah dilakukan tim penyidik Bareskrim Polri sejak pukul 10.00 WIB tadi hingga saat ini.

"Sudah dimulai sejak jam 10.00 WIB tadi ekspose perkaranya," tuturnya, Jumat (14/8/2020).

Kendati demikian, Ferdy tidak mau berspekulasi apakah usai ekspose tersebut disusul penetapan tersangka atau tidak.

Dia memastikan pihaknya akan transparan dan tidak pandang bulu untuk mempidanakan siapapun yang diduga terlibat dalam perkara surat jalan palsu itu.

"Nantilah, kita tunggu saja hasilnya ya," katanya.

Ekspose perkara surat jalan palsu tersebut sempat diundur.

Sebelumnya, tim penyidik berencana gelar pekara itu pada Rabu 12 Agustus 2020. Akhirnya, baru digelar pada Jumat, 14 Agustus 2020 pukul 10.00 WIB.

Dalam perkara surat jalan palsu tersebut, penyidik telah menetapkan Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan pengacara Joko Tjandra Anita Dewi Kolopaking jadi tersangka.

Namun, untuk perkara gratifikasi penghapusan status red notice terpidana Djoko Tjandra, penyidik tidak kunjung menetapkan tersangka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim Kasus Djoko Tjandra
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top