Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

100 Perusahaan Bangkrut, Perkantoran di Tokyo Makin Kosong

Kosongnya kantor di lima distrik bisnis utama Tokyo meningkat untuk bulan kelima berturut-turut menjadi 2,77 persen dari 1,97 persen pada Juni.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  17:49 WIB
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe melepas maskernya sebelum berbicara dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, Senin (25/5/2020)./Bloomberg - Reuters/Kim Kyung/Hoon
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe melepas maskernya sebelum berbicara dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, Senin (25/5/2020)./Bloomberg - Reuters/Kim Kyung/Hoon

Bisnis.com, JAKARTA - Ruang kosong di gedung perkantoran di pusat Tokyo naik tertinggi pada Juli karena dampak ekonomi dari pandemi virus corona terus menyebar dan kebangkrutan terkait virus di Ibu Kota Jepang itu mencapai 100 perusahaan.

Pialang real estate Miki Shoji Co. menyatakan kosongnya kantor di lima distrik bisnis utama Tokyo meningkat untuk bulan kelima berturut-turut menjadi 2,77 persen dari 1,97 persen pada Juni. Angka itu merupakan kenaikan satu bulan terbesar, mengalahkan rekor tertinggi pada 2009 setelah krisis keuangan global.

Data tersebut menyusul pada pengumuman perusahaan ke-100 di Tokyo yang bangkrut akibat pandemi. Aquamarine, pembuat patung dan barang karakter, mengalami penurunan pesanan di tengah pandemi, setelah sebelumnya pengiriman dari China tertunda. Secara nasional, 400 perusahaan telah gulung tikar akibat wabah itu.

Kosongnya kantor meningkat di kelima area pusat Tokyo yang disurvei oleh Miki Shoji, dengan lonjakan paling menonjol di bangsal Minato, rumah bagi hub stasiun Shinagawa, yang mengalami peningkatan 1,19 poin persentase. Harga sewa juga terus meningkat.

Sejak Perdana Menteri Shinzo Abe berkuasa pada akhir 2012, perkantoran di Tokyo terus terisi dan meningkat. Namun, tren itu terhenti oleh pandemi yang membuat calon penyewa enggan menandatangani kontrak dan menimbulkan pertanyaan di seluruh dunia tentang masa depan kantor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokyo ekonomi jepang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top