Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank of Japan Akan Mengubah Standar Pembelian ETF di Bursa Saham

Analis Pasar Tokai Tokyo Research Institute Co. menilai pola pembelian ETF oleh bank sentral telah berubah. Pasalnya, BOJ tidak lagi memborong ETF ketika Topix melemah 0,5 persen.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  15:42 WIB
Bank of Japan - REUTERS
Bank of Japan - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Bank of Japan kemungkinan besar akan mengadopsi standar baru dalam menentukkan pembelian ETF di bursa saham.

Konsensus pasar memperkirakan Bank of Japan (BOJ) akan membeli ETF ketika indeks Topix turun setidaknya 0,5 persen pada perdagangan sesi pagi. ETF atau Exchange Traded Fund adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham.

Analis Pasar Tokai Tokyo Research Institute Co. menilai pola pembelian ETF oleh bank sentral telah berubah.

"Pembelian ETF telah berkurang hingga 0,25 persen dalam satu hari ketika bursa saham turun dalam dua sesi berturut-turut," ujar Suzuki, dikutip dari Bloomberg.

Langkah yang diambil bank sentral Jepang tersebut dimaksudkan untuk menopang harga saham ketika mengalami penurunan, terlepas dari kecepatan penyerapan ETF.

BOJ berencana membeli lebih dari 12 triliun yen atau US$112 miliar ETF tahun ini dari target awal 6 triliun yen atau US$56 miliar.

Peningkatan ini adalah upaya bank sentral menangkal dampak Covid-19. BOJ dapat masuk ke pasar saham dan membeli ETF sejak 2010 ketika bank sentral Jepang tersebut dimimpin oleh Haruhiko Kuroda.

Pembelian ETF tersebut kemudian menjadi bagian paket stimulus dalam revitalisasi ekonomi.

BOJ menolak memberikan komentar apapun saat dihubungi Bloomberg News.

Pada 20 Juli, BOJ menyerap ETF ketika Topix turun 0,3 persen pada sesi awal perdagangan. Serupa, BOJ membeli ETF pada 15 Mei, 19 Juni dan 9 Juli ketika Topix melemah 0,3 persen.

Sebaliknya, BOJ menunda pembelian pada 22 Mei dan 7 Juli ketika Topix turun 0,5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank of japan etf

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top