Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menanti Hasil Duet KPK-Polri Usut Skandal Djoko Tjandra

Jika terlaksana, KPK dan Polri yang pernah berseteru dalam drama Cicak vs Buaya akan memasuki babak baru berupa kerja sama dalam mengusut kasus Djoko Tjandra.
Saeno, Setyo Aji Harjanto
Saeno, Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  14:55 WIB
Djoko Tjandra - Istimewa
Djoko Tjandra - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - KPK dan Polri selama ini diasosiasikan orang dengan berbagai hal, salah satunya KPK dan Polri diasosiasikan dengan Cicak dan Buaya.

Asosiasi ini tak lepas dari konflik dua lembaga penegak hukum ini di masa lalu.

Kini, peluang dua lembaga ini bekerja sama terbuka lebar. Dalam kasus Djoko Tjandra, Polri melalui Bareskrim mengundang KPK untuk bekerja sama.

Gayung pun bersambut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons ajakan dari Badan Reserse Kriminal Polri itu.

Komisi antirasuah tersebut siap menyambut ajakan untuk bersama-sama mengusut dugaan korupsi dalam skandal buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan pihak KPK akan menyambut ajakan tersebut.

"Kami menyambut positif kesiapan Bareskrim untuk menggandeng KPK dalam menyelidiki dugaan korupsi tersebut, kami akan menyambutnya dalam koridor koordinasi pemberantasan korupsi dengan APH," kata Nurul Ghufron, Selasa (28/7/2020).

Dia mengatakan selama ini koordinasi antara KPK dengan Aparat Penegah Hukum lainnya sudah terbangun dengan e-SPDP.

"Setiap penyidikan tindak pidana korupsi masuk dalam satu sistem yang di antara APH bisa mengetahui dan memonitor, sekaligus kami dapat memberikan fasilitas bantuan kalau dibutuhkan," katanya.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo berencana menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri dugaan tindak pidana korupsi Brigjen Prasetijo Utomo.

Menurut Listyo, kerja sama dengan KPK dilakukan untuk memastikan apakah Brigjen Prasetijo Utomo bakal dijerat dengan pasal tambahan yaitu tindak pidana korupsi atau tidak.

Listyo mencurigai bahwa Brigjen Prasetijo Utomo menerima aliran dana dari buronan Joko Soegiharto Tjandra atau Djoko Tjandra.

"Nanti kita lihat ke mana saja aliran dana itu," kata Listyo, Senin (27/7/2020).

Menurutnya, tim gabungan Bareskrim Polri hingga kini masih melakukan tracing terhadap aset milik Brigjen Prasetijo Utomo untuk mendalami aliran dana yang masuk ke rekening pribadinya.

Jadi, tak ada salahnya kalau kita nantikan akankah KPK dan Polri yang pernah berseteru dalam drama Cicak vs Buaya, memasuki babak baru berupa kerja sama dalam mengusut kasus Djoko Tjandra.

Tentu saja, kerja sama itu harus terlaksana dengan menanggalkan asosiasi mana yang cicak dan mana yang buaya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK polri Kasus Djoko Tjandra
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top