Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Australia, Victoria Butuh Isolasi Lebih dari 6 Pekan

Victoria, negara bagian Australia, diperkirkan membutuhkan masa isolasi lebih dari 6 pekan untuk mengatasi penyebaran Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  13:18 WIB
Petugas kepolisian NSW berbicara kepada pengemudi yang akan menyeberang dari Negara Bagian Victoria ke New South Wales (NSW) di pos pemeriksaan perbatasan, yang ditutup karena lonjakan kasus penyakit virus Corona (COVID-19), di Albury, New South Wales, Australia, Rabu (8/7/2020)./ANTARA - AAP Image/Lukas Coch via REUTERS
Petugas kepolisian NSW berbicara kepada pengemudi yang akan menyeberang dari Negara Bagian Victoria ke New South Wales (NSW) di pos pemeriksaan perbatasan, yang ditutup karena lonjakan kasus penyakit virus Corona (COVID-19), di Albury, New South Wales, Australia, Rabu (8/7/2020)./ANTARA - AAP Image/Lukas Coch via REUTERS

Bisnis.com, SYDNEY - Penyebaran Covid-19 membuat Victoria harus melakukan isolasi atau penguncian.

Namun, masa isolasi yang berlaku saat ini di negara bagian terpadat kedua di Australia itu dinilai belum cukup lama.

Victoria membutuhkan waktu lebih lama dari masa penguncian enam pekan, yang saat ini sedang diberlakukan, untuk membendung penyebaran virus Corona, kata otoritas, Senin (27/7/2020).

Perkiraan itu muncul pada saat Australia bergelut menahan gelombang kedua penularan virus penyebab penyakit Covid-19 itu.

Australia, salah satu negara yang paling ringan terdampak pandemi Corona pada tahap awal. Dengan jumlah kasus sedikit di atas 14.400 serta 155 kematian, saat itu Australia menerapkan karantina wilayah secara ketat.

Australia mulai melonggarkan penguncian secara bertahap pada Mei. 

Namun, pertambahan kasus di Victoria dalam beberapa pekan terakhir memaksa otoritas negara bagian itu memberlakukan kembali penguncian selama enam pekan di Ibu Kota Melbourne mulai awal Juli.

Otoritas kota berpenduduk lima juta jiwa itu juga mewajibkan semua warga mengenakan masker. Kalau tidak memakai masker, mereka akan didenda masing-masing 200 dolar Australia atau sekitar Rp2 juta.

Victoria pada Minggu (26/7/2020) mengalami hari terburuk dalam jumlah kematian sejak pandemi mulai muncul. Dilaporkan 10 orang meninggal, sebagian besar di tempat-tempat perawatan lansia.

Negara bagian tersebut juga melaporkan 459 kasus baru, jumlah tertinggi kedua dalam kenaikan kasus harian.

Sementara negara bagian tersebut bergerak menuju pekan ketiga penguncian, Wakil Kepala Badan Medis Nick Coatsworth mengatakan Victoria kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari enam minggu untuk melandaikan kurva virus Corona karena virus itu sekarang "melekat" pada komunitas.

Negara bagian tetangga Victoria, New South Wales, juga bergulat dengan beberapa klaster virus yang muncul di sebuah hotel, satu restoran Thailand dan satu tempat hiburan. Namun, sebagian besar kasus terkait dengan sumber-sumber yang tidak diketahui.

Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak penting dan untuk tidak berkerumun.

Warga juga diminta mengenakan masker di dalam ruangan jika tidak memungkinkan bagi mereka untuk menjaga jarak fisik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top