Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dedi Mulyadi: Gedung DPR Rawan Penularan Virus Corona

Gedung DPR tidak membuat anggota dewan ini betah berlama-lama. Betulkah karena minim ventilasi?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  19:21 WIB
Dedi Mulyadi - Istimewa
Dedi Mulyadi - Istimewa

Bisnis.com, KARAWANG - Ternyata, kondisi di dalam Gedung DPR tidak membuat betah anggota dewan.

Setidaknya, hal itu bisa ditangkap dari pernyataan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Dedi, yang kini menjadi anggota DPR RI, mengaku tidak betah berlama-lama di dalam gedung DPR RI, Senayan, Jakarta karena ruangan di gedung tersebut minim ventilasi.

"Ruangannya kurang nyaman. Terlalu banyak alat pendingin dan minim ventilasi," kata Dedi, dalam percakapan melalui sambungan telepon dengan Antara di Kabupaten Karawang, Jabar, Senin (20/7/2020).

Dedi menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, ruangan DPR rawan penularan virus Corona akibat minim ventilasi.

"Itu salah satu alasan saya jarang 'nongkrong' di Gedung DPR dan banyak keliling ke lapangan. Ya, karena gedungnya tidak nyaman. Di gedung itu ruangannya yang tertutup dilengkapi dengan alat pendingin dan tak ada ventilasi," katanya.

Dedi mengaku setiap masuk kantor untuk rapat, hanya menunggu di luar gedung sambil berkeliling, tidak di dalam ruangan.

Bahkan sesekali Dedi menemui Satpam untuk berbincang-bincang. Setelah jam rapat tiba, baru masuk ruangan.

"Setelah rapat pun saya langsung pulang. Saya pakai AC hanya di dalam mobil. Itu pun 24 derajat," kata Dedi.

Atas hal tersebut, Dedi menyarankan agar gedung DPR direnovasi, terutama berkenaan dengan ventilasi.

Menurut Dedi, gedung itu harus memiliki banyak ventilasi dan mengurangi alat pendingin. Jendela-jendelanya juga harus terbuka. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gedung DPR Dedi Mulyadi covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top