Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rolls Royce Dapat Persetujuan untuk Pangkas 700 Karyawan

Pandemi Covid-19 yang menekan perekonomian dunia, membuat Rolls-Royce harus melakukan efisiensi dengan melakukan pemangkasan tenaga kerjanya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juli 2020  |  01:30 WIB
Pesawa Boeing B787-10 bermesin Rolls Royce - Reuters
Pesawa Boeing B787-10 bermesin Rolls Royce - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Rolls-Royce Holdings Plc. Mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja terkait dengan keputusan pengurangan 700 pekerja di Inggris pada tahun ini.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (18/7/2020) langkah itu merupakan salah satu bentuk perampingan bisnis dari Rolls Royce. Sebelumnya perusahaan telah mengumumkan rencananya untuk memangkas sekitar 3.000 pekerjanya tahin ini.

Perusahan dikabarkan masih akan berusaha menambah jumlah pekerja yang akan diberhentikan selain 700 orang yang telah mencapai kesepakatan tersebut.

Selain memberikan kesempatan pekerja untuk mengundurkan diri dengan jaminan pesangon, perusahaan juga akan melakukan pemutusan hubungan kerja secara paksa di beberapa daerah. Hal itu telah dikonfirmasi oleh juru bicara Rolls Royce.

Beberapa sumber Bloomberg mengatakan, pemangkasan jumlah pekerja paling banyak akan terjadi di sebuah pabrik di Inchinnan, Skotlandia, serta Barnoldswick dan Birmingham di Inggris.

Keputusan Rolls Royce ini tak lepas dari tekanan yang datang dari pandemi Covid-19. Wabah yang mendunia itu membuat permintaan terhadap mesin buatan Rolls Royce mengalami penurunan drastis, terutama untuk mesin-mesin produk dirgantara.

CEO Rolls Royce Warren East mengakui membutuhkan struktur perusahaan yang lebih ramping untuk menyelamatkan perusahaan dari tekanan akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pada Mei lalu, East mengaku membutuhkan langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan perusahaan.

“Ini krisis yang kami hadapi dan kami harus mengatasinya. Pelanggan maskapai penerbangan kami dan mitra kerangka pesawat tengah beradaptasi dan kami juga,” kata CEO Rolls-Royce, Warren East.

Reorganisasi juga akan berdampak pada bisnis aerospace dan saat ini perusahaan tengah melakukan kajian secara detail. East sebelumnya mengatakan kepada investor bahwa perusahaan perlu menyimpan 1 miliar pound atau setara US$1,24 miliar pada tahun ini karena mereka menghadapi tantangan terbesar sejak 1970-an.

Angka tersebut akan bertambah menjadi 1,3 miliar pounds secara tahunan, 700 miliar pounds berasal dari pemangkasan pekerjaan. Sebelumnya, perusahaan juga menyatakan rencananya untuk memproduksi 250 mesin pesawat tahun ini, lebih rendah dari estimasi sebelumnya yakni 450.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk rolls royce covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top