Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kompolnas Desak Kapolri Ungkap Aktor Intelektual di Belakang Brigjen Prasetijo Utomo

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti menyebut aksi Brigjen Pol Prasetijo Utomo telah mencoreng nama baik Korps Bhayangkara karena dinilai publik sudah membantu pelarian buronan melalui surat jalan tersebut.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  13:30 WIB
  Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kanan) bersama Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan, di Kantor Kompolnas, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Kapolri mengatakan bahwa pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi dalam pembinaan dan operasional Polri, yang diharapkan Kompolnas dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi masa depan Polri. - Antara
Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kanan) bersama Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan, di Kantor Kompolnas, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Kapolri mengatakan bahwa pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi dalam pembinaan dan operasional Polri, yang diharapkan Kompolnas dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi masa depan Polri. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Kapolri Jenderal Pol Idham Azis untuk mengungkap aktor di belakang Brigjen Prasetijo Utomo terkait surat jalan buronan Djoko Soegiharto Tjandra.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti menyebut aksi Brigjen Pol Prasetijo Utomo telah mencoreng nama baik Korps Bhayangkara karena dinilai publik sudah membantu pelarian buronan melalui surat jalan tersebut.

Poengky juga meyakini ada aktor lain di belakang Brigjen Prasetijo Utomo baik dari internal Polri maupun dari luar Kepolisian yang memerintahkan oknum Polri tersebut.

"Propam harus terus berupaya mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, meski ada pernyataan atas inisiatif sendiri," tuturnya, Kamis (16/7/2020).

Poengky juga mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis agar tidak hanya memberikan sanksi mutasi dan penahanan 14 hari kepada Brigjen Prasetijo Utomo, tetapi juga diproses pidana terkait aksinya membantu buronan kelas kakap aparat penegak hukum.

"Kami akan terus memantau proses pertanggungjawaban ini dan ini akan menjadi catatan khusus terkait integritas Pati Polri," kata Poengky.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolri kompolnas
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top