Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Baru Covid-19 Melesat, Tokyo Bersiap Naikkan Status Waspada

Pemerintah Tokyo dan parlemen oposisi juga mendesak pemerintah pusat untuk menghentikan kampanye besar-besaran bertajuk 'Go To'.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  14:06 WIB
Para pejalan kaki di Shibuya, Tokyo, Jepang, pada 26 Maret 2020 mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona jens Covid-19./Bloomberg - Kiyoshi Ota
Para pejalan kaki di Shibuya, Tokyo, Jepang, pada 26 Maret 2020 mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona jens Covid-19./Bloomberg - Kiyoshi Ota

Bisnis.com, JAKARTA - Lonjakan kasus virus corona atau Covid-19 kembali terjadi di Tokyo, Jepang. Untuk mencegah penyebaran lebih luas gelombang kedua wabah itu, otoritas Tokyo tengah mempertimbangkan peningkatakan peringatan waspada terhadap infeksi Covid-19 ke level empat atau level tertinggi.

Hal itu diungkapkan para pejabat otoritas Tokyo, Rabu (15/7/2020). Pemerintah kota setempat dan anggota parlemen oposisi juga mendesak pemerintah pusat untuk menghentikan kampanye besar-besaran yang bertujuan meningkatkan pariwisata domestik.

Namun, Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura pada Rabu mengatakan bahwa pemerintah akan tetap melanjutkan kegiatan yang disebut kampanye bantuan perjalanan 'Go T', yang mencakup penawaran seperti diskon untuk belanja dan membeli makanan.

Kendati begitu, kegiatan itu akan dilakukan dengan hati-hati. "Jelas kami akan mempertimbangkan pemikiran dari banyak warga kita sambil memantau situasi di depan," ujar Nishimura, yang memimpin kebijakan pemerintah tentang Covid-19, kepada parlemen.

Program kampanye perjalanan 'Go To' merupakan salah satu kontrak outsourcing terbesar dalam anggaran stimulus yang diumumkan pada April. Namun, pelaksanaan program itu telah ditunda karena kritik publik terhadap biaya subkontrak pekerjaan kantor untuk kontraktor swasta.

Kampanye perjalanan itu, mulai bulan ini, juga mendapat kecaman di media sosial, dengan kasus infeksi virus corona memicu ledakan kemarahan politik yang tidak biasa pada jaringan media sosial di Jepang.

Di Tokyo, kasus virus corona harian mencapai lebih dari 200 dalam empat dari enam hari terakhir.

Jumlah kasus harian Covid-19 menyentuh angka tertinggi sejauh ini, yakni 243 kasus pada Jumat lalu ketika pengujian terhadap para pekerja di distrik kehidupan malam di kota metropolitan Tokyo menunjukkan penularan infeksi virus corona di antara kaum muda berusia 20-an dan 30-an.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengkonfirmasi bahwa Tokyo akan mengadakan pertemuan "pemantauan" dengan para ahli pada Rabu. Pertemuan mingguan itu dilakukan satu hari lebih awal untuk membahas peningkatan kasus Covid-19 baru-baru ini.

"Pemahaman saya adalah bahwa kita berada dalam situasi yang agak parah sekarang," kata Gubernur Tokyo itu kepada wartawan menjelang konferensi pers yang direncanakan dilaksanakan pada Rabu malam.

Pada kesempatan lain, seorang pejabat pemerintah Tokyo mengatakan bahwa pemerintah kota itu sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan peringatan kewaspadaan corona ke level tertinggi.

Klaster Covid-19 terbaru di Tokyo telah ditelusuri berada di sebuah teater dengan setidaknya 37 kasus di Shinjuku, yakni area hiburan yang sibuk dan rumah bagi salah satu distrik terbesar kehidupan malam di Asia yang belum lama ini telah menjadi pusat lonjakan kasus infeksi corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang tokyo Virus Corona covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top