Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jabar Minta Perketat Pengawasan Asrama Pendidikan Milik Negara

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belajar dari kasus Secara AD Bandung dan Pusdikpom Kodiklat TNI AD Cimahi. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pengawasan kepada lembaga terkait, karena kewenanganya ada di pemerintah pusat.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  13:57 WIB
Mobil melintas di depan pintu gerbang Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Darat (Pusdikpom AD) di Kota Cimahi, Jawa Barat Jumat 10 Juli 2020. - Antara/Bagus Ahmad Rizaldi
Mobil melintas di depan pintu gerbang Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Darat (Pusdikpom AD) di Kota Cimahi, Jawa Barat Jumat 10 Juli 2020. - Antara/Bagus Ahmad Rizaldi

Bisnis.com, BOGOR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belajar dari kasus Secara AD Bandung dan Pusdikpom Kodiklat TNI AD Cimahi. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pengawasan kepada lembaga terkait, karena kewenanganya ada di pemerintah pusat.

Seperti diketahui dua tempat itu menjadi klaster baru dan menyumbang jumlah pasien baru virus Corona lebih dari 1.300 orang kepada provinsi Jawa Barat.

“Ada titik-titik yang perlu diwaspadai yakni lembaga pendidikan kenegaraan yang berasrama, karena siswanya datang dari seluruh Indonesia, yang mengakibatkan, saya tidak bisa mengontrol karena kewenangan ada di pemerintah pusat, tadi sudah saya laporkan kepada Presiden,” katanya usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7/2020).

Seperti diketahui, 1.280 orang di lingkungan Secapa AD dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 991 orang di antaranya adalah perwira siswa, 289 staf dan anggota keluarga Secapa AD.

Dalam waktu yang tidak terpaut jauh, Pusdikpom Kodiklat TNI AD di Cimahi juga melaporkan sekitar 100 personil positif Covid-19. Di antaranya, sebanyak 74 siswa dan 25 anggota yang berdinas di Pusdikpom AD. Mereka terkonfirmasi positif setelah adanya tes swab tahap pertama.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, melanjutkan bahwa penularan Covid-19 di Secapa AD merupakan anomali dalam upaya pengendalian virus Corona di Jawa Barat. Saat ini kurva penambahan pasien baru telah kembali menyusut.

Dia mengklaim bahkan Jabar tergolong baik di antara wilayah lain. Wilayah ini mencatat positive rate atau tingkat penularan virus dalam satu waktu tes dengan metode PCR pada angka 4 persen.

“Provinsi lain dekat kita ada 30 [persen] keterpaparannya, 12 persen, 10 persen,” kata Emil.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa kasus penularan virus Corona (Covid-19) di asrama pendidikan tengah menjadi perhatian pemerintah.

Doni menambahkan, Presiden Jokowi juga berpesan kepada jajarannya untuk menjaga penularan Covid-19 pada kegiatan pendidikan berbasis asrama. Hal itu dilakukan menyusul adanya kasus penularan di asrama pendidikan militer yaitu Sekolah Calon Perwira (Secapa) di kota Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Kodiklat TNI AD di Cimahi, Jawa Barat.

“Ini juga diingatkan semua boarding school termasuk pesantren untuk hati-hati, sekali lagi hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan berbasis asrama, karena kalau ada satu orang saja yang terpapar maka potensi terpapar yang lain pun sangat tinggi,” kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Senin (13/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil covid-19 Secapa TNI AD
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top