Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semester I/2020, Perdagangan Luar Negeri China Turun 3,2 Persen

Menurut data General Administration of Customs pada Selasa (14/7/2020), perdagangan luar negeri China turun 3,2 persen year-on-year menjadi 14,24 triliun yuan pada paruh pertama 2020.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  17:29 WIB
Pekerja berjalan melintasi jalur-jalur kosong di pintu masuk truk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\n
Pekerja berjalan melintasi jalur-jalur kosong di pintu masuk truk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\\n

Bisnis.com, JAKARTA – China berhasil mencatat peningkatan perdagangan pada Juni. Sayangnya, capaian tersebut belum mampu mendongkrak nilai perdagangan sepanjang paruh pertama tahun ini.

Menurut data yang dirilis General Administration of Customs pada Selasa (14/7/2020), perdagangan luar negeri China turun 3,2 persen year-on-year menjadi 14,24 triliun yuan pada paruh pertama 2020.

Angka itu 1,7 poin persentase lebih kecil dibandingkan dengan penurunan tahunan sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Sementara itu, ekspor China melandai 3 persen secara tahunan menjadi 7,71 triliun yuan dan impor melorot 3,3 persen menjadi 6,53 triliun yuan pada periode yang sama.

“[Namun] perdagangan luar negeri pada paruh pertama tahun ini lebih baik dari ekspektasi, dengan impor dan ekspor mencatat pertumbuhan positif pada Juni,” ungkap badan bea cukai China tersebut, seperti dilansir China Daily.

Perdagangan luar negeri China melonjak 5,1 persen secara tahunan pada Juni, dengan ekspor dan impor masing-masing tumbuh 4,3 persen dan 6,2 persen dalam yuan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Impor dan ekspor di sektor swasta meningkat terhadap konteks keseluruhan, memainkan peran yang lebih menonjol dalam menjaga pertumbuhan stabil perdagangan luar negeri,” jelasnya.

Pengiriman masker dan pasokan medis lainnya juga berkontribusi pada ekspansi ekspor, sementara impor terbantukan oleh kenaikan harga komoditas dan pemulihan ekonomi di dalam negeri.

Ekspor produk-produk tekstil termasuk masker wajah melonjak sebesar 32,4 persen pada paruh pertama tahun ini. Ekspor obat-obatan dan produk farmasi serta peralatan medis masing-masing meningkat 23,6 persen dan 46,4 persen.

Terlepas dari berita positif ini, belum ada tanda-tanda kapan permintaan global untuk ekspor China akan pulih secara berkelanjutan ke level pra-pandemi.

Memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat menambah ketidakpastian perdagangan, meskipun China telah meningkatkan upaya untuk memenuhi ketentuan kesepakatan perdagangan.

“Ke depannya, kami memperkirakan data pada Juli akan mengalami beberapa kesuan dan ekspor akan menghadapi tekanan pada paruh kedua tahun ini,” tutur Ekonom pasar di Australia & New Zealand Bank Group Ltd. Xing Zhaopeng, dikutip dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china ekspor china impor china
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top