Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kantor Presiden Bulgaria Rumen Radev Digeledah Kepolisian

Radev belakangan kerap mendesak agar ada investigasi terhadap Ahmed Dogan, yang terindikasi terlibat konspirasi dengan intelijen Bulgaria.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  00:40 WIB
Kantor Presiden Bulgaria Rumen Radev Digeledah Kepolisian
Persiden Bulgaria Rumen Radev. Penyidik dari kalangan kejaksaan dan kepolisian Bulgaria menggeledah kantor Presiden Rumen Radev pada Jumat (9/7/2020) waktu setempat. - Bloomberg/Simon Dawson
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik dari kalangan kejaksaan dan kepolisian Bulgaria menggeledah kantor Presiden Rumen Radev pada Jumat (9/7/2020) waktu setempat. Kabar tersebut dibenarkan oleh salah seorang petugas di kantor Radev lewat kiriman surel singkat kepada wartawan setempat.

Menurut laporan Bloomberg, penggeledahan ini terkait pencarian barang bukti terhadap dua kasus yang diduga melibatkan Radev. Hanya saja, pihak kepolisian hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai detail perkara yang dimaksud.

Radev, yang terpilih sebagai presiden pada 2016 lewat bantuan Partai Sosialis, telah berulang kali mengkritik Kepala Kejaksaan Bulgaria Ivan Geshev atas dugaan penyidikan dan rekayasa kasus terhadap sejumlah pejabat tinggi. 

Kritik Radev itu mencapai puncak setelah sekretarisnya di bidang hukum sempat terindikasi dikriminalisasi atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan jual-beli, yang sampai sekarang masih belum terbukti kebenarannya.

Para aktivis di Bulgaria, menuding tindakan Geshev merupakan upaya pengalihan isu terkait skandal yang menyeret petinggi Dewan Pergerakan Hak Kebebasan (DPS) sekaligus salah seorang politikus kondang Bulgaria, Ahmed Dogan. 

Dogan, yang punya hubungan dekat dengan kejaksaan termasuk Dogan, diduga melakukan konspirasi setelah beredar video rekaman yang menunjukkan bahwa ia dilindungi oleh para petugas dari departemen intelijen Bulgaria (NSO).

Padahal, bila mengacu Undang-Undang di Bulgaria, Dogan tak punya hak dilindungi lantaran ia tak memegang jabatan penting apapun di pemerintahan. UU Bulgaria secara tersurat hanya membolehkan NSO melindungi Perdana Menteri, Menteri dan Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

presiden BULGARIA

Sumber : Bloomberg

Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top