Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ABK Meninggal di Kapal China, Tanda Kekerasan Penyebab Kematian?

Tanda kekerasan benda tumpul ditemukan pada tubuh anak buah kapal pekerja migran Indonesia yang meninggal di atas kapal berbendera China.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  14:05 WIB
ABK Meninggal di Kapal China, Tanda Kekerasan Penyebab Kematian?
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, BATAM - Polda Kepri melaporkan temuan tanda kekerasan pada ABK asal Indonesia yang meninggal di kapal berbendera China.

Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menemukan tanda kekerasan benda tumpul pada tubuh anak buah kapal pekerja migran Indonesia tersebut.

"Pada pemeriksaan luar, luka memar pada bibir, dada dan punggung," kata Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol Mohammad Haris di Kota Batam, Jumat (10/7/2020).

Bibir PMI berinisial HA itu pecah-pecah, dada dan punggungnya nampak lebam biru. Meski demikian, ia menyimpulkan luka kekerasan itu bukan penyebab utama kematian, karena tidak ada patah tulang dan lainnya yang fatal.

"Memar, tapi tidak sampai menyebabkan kematian," kata dia.

Di sisi lain, berdasarkan autopsi, diketahui korban memiliki penyakit yang sudah menahun, yaitu paru-paru, jantung dan usus buntu.

"Kesimpulan awal, penyebab kematian karena ada penyakit menahun. Sedangkan kekerasan benda tumpul di badan luar, tidak signifikan," kata dia.

Selanjutya, pihak Biddokes Polda Kepri masih akan melakukan hispatologi forensik, untuk mengetahui apakah ada racun di dalam tubuh korban.

Hispatologi forensik membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china abk

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top