Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Amazon Beri Label "Made in China" untuk Pengiriman ke India

Raksasa internet itu bergabung dengan sekitar selusin pengecer online lainnya termasuk Jio Platforms yang didukung Facebook Inc. dalam menyetujui langkah itu. Secara luas, kebijakan itu dianggap sebagai langkah untuk memilih barang-barang dari China setelah bentrokan perbatasan yang mematikan memicu ketegangan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  12:38 WIB
Truk Amazon di fasilitas Fullfillment Center di Baltimore, AS - Bloomberg/Andrew Harrer
Truk Amazon di fasilitas Fullfillment Center di Baltimore, AS - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Amazon.com Inc. dan Walmart Inc.'s Flipkart telah setuju untuk meminta pedagang memberi label negara asal barang untuk semua pengiriman ke India. Hal itu menyusul adanya tuntutan peraturan karena ketegangan India dengan China meningkat.

Raksasa internet itu bergabung dengan sekitar selusin pengecer online lainnya termasuk Jio Platforms yang didukung Facebook Inc. dalam menyetujui langkah itu. Secara luas, kebijakan itu dianggap sebagai langkah untuk memilih barang-barang dari China setelah bentrokan perbatasan yang mematikan memicu ketegangan.

Sumber yang dekat dengan masalah ini mengatakan, tidak jelas kapan pelabelan akan dimulai karena perusahaan e-commerce telah meminta lebih banyak waktu untuk memasukkan persyaratan baru ke dalam teknologi mereka.

Dilansir Bloomberg, Senin (6/7/2020), Departemen Promosi Industri dan Perdagangan Internal pada Kementerian Perdagangan India sebelumnya menggelar pertemuan online dengan para retailer untuk mengumumkan kebijakan itu. Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebuah email yang dikirim ke juru bicara di Reliance Industries Ltd., Amazon dan Flipkart juga belum dijawab. Jika hal itu dilakukan kemungkinan akan merusak penjualan barang-barang China.

Sentimen anti-China telah meningkat sejak ketegangan diplomatik dan militer yang tegang atas bentrokan di Himalaya pekan lalu yang merenggut nyawa 20 tentara. Boikot slogan-slogan China telah mulai menjadi tren di media sosial.

Sebagian besar merek ponsel cerdas yang dijual di India adalah buatan China. Asesoris elektronik, peralatan rumah tangga, dan pakaian jadi yang dibuat di pabrik raksasa China juga menghasilkan sebagian besar penjualan di situs web online India.

Konfederasi Pedagang India, sebuah kelompok lobi, mengatakan pihaknya mengimbau para industrialis papan atas seperti Ketua Reliance Industries Ltd. Mukesh Ambani, orang terkaya di Asia, Kumar Mangalam Birla dari Aditya Birla Group dan Ajay Piramal untuk mendukung kampanye untuk memboikot barang-barang China.

Pemerintahan Narendra Modi telah mengisyaratkan dukungannya dengan cara lain. Awal pekan ini, pemerintah mensyaratkan informasi negara asal barang pada Government e-Marketplace (GeM) untuk semua pembelian pemerintah. Kementerian Peragangan mengatakan filter Made in India juga telah diaktifkan pada platform tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india amazon.com
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top