Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Partisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 2020 Ditargetkan Tembus 50 Persen

Dengan jumlah pemilih mencapai 106,77 juta orang, maka diharapkan lebih dari 53 juta orang ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Juli 2020  |  23:32 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan arahan saat Rapat Koordinasi Kesiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/6/2020). Rapat yang dihadiri perwakilan dari KPU Provinsi Jawa Timur, Bawaslu Jawa Timur dan sejumlah kepala daerah kabupaten/kota tersebut membahas isu strategis dalam rangka memantapkan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 dengan penerapan secara ketat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. - ANTARA FOTO/Moch Asim
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan arahan saat Rapat Koordinasi Kesiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/6/2020). Rapat yang dihadiri perwakilan dari KPU Provinsi Jawa Timur, Bawaslu Jawa Timur dan sejumlah kepala daerah kabupaten/kota tersebut membahas isu strategis dalam rangka memantapkan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 dengan penerapan secara ketat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. - ANTARA FOTO/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengharapkan target partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang rencananya digelar serentak pada Desember 2020, bisa melampaui 50 persen. 

"Target partisipasi, ya jelas kami harapkan di atas 50 persen. Kalau bisa makin tinggi, makin baik," ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam seminar daring, seperti dilansir Antara, Sabtu (4/7/2020).

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan per 9 Juni 2020, jumlah pemilih dalam Pilkada tahun ini mencapai 106.774.112 orang. Dengan demikian, target Tito adalah di atas 53 juta orang.

Pilkada Serentak 2020 bakal diselenggarakan di 270 daerah di berbagai wilayah Indonesia. Awalnya, Pilkada Serentak dijadwalkan dilaksanakan pada 23 September 2020. Namun, pandemi Covid-19 memaksa pesta politik ini diundur. 

Ketua KPU Arief Budiman menegaskan protokol kesehatan akan dijalankan dengan ketat saat Pilkada digelar. Selain menyiapkan masker, KPU juga bakal menyediakan cairan pembersih tangan, disinfektan, serta kebutuhan pencegahan virus corona lainnya.

KPU juga ingin menerapkan aturan dilarang bersalaman dan dilarang berdekatan guna mematuhi kebijakan physical distancing, serta mengatur jumlah pemilih yang boleh berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) selama proses pemungutan suara berlangsung. Dengan asumsi menggunakan batasan maksimal 500 pemilih per TPS, maka KPU memerkirakan diperlukan 304.927 TPS di seluruh Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mendagri Pilkada Serentak

Sumber : Antara

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top