Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana Korupsi yang Dinikmati Pihak PTDI

KPK terus menggali keterangan dari para saksi terkait aliran dana korupsi pemasaran dan penjualan di PT Dirgantara Indonesia.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  13:06 WIB
Selembar kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersibak saat berlangsungnya aksi dukungan untuk komisi tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2019). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Selembar kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersibak saat berlangsungnya aksi dukungan untuk komisi tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2019). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang hasil korupsi pemasaran dan penjualan di PT Dirgantara Indonesia tahun 2007-2017.

Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan lembaga antirasuah mengonfirmasi terkait adanya bukti pengeluaran dari pihak mitra penjualan ke personal PT DI.

Hal tersebut digali dari saksi Cahyo Mulyono (Direktur Utama PT Angkasa Mitra 2005-2011 atau Staff Supporting Technique PT Bumiloka Tegar Perkasa), Nanang Hamdani Baswani (Direktur PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Angkasa Mitra Karya, dan Direktur Utama PT Bumiloka Tegar Perkasa), dan Devi Arradhani Yanty (karyawan swasta).

“Penyidik mengonfirmasi kepada para saksi tersebut terkait dugaan adanya bukti pengeluaran dari pihak mitra penjualan ke personal PT DI dan pengetahuan soal dugaan sejumlah uang yg dinikmati oleh pihak-pihak di PT DI,” kata Ali, Rabu (2/7/2020) malam.

KPK Sendiri tengah mendalami aliran dana dalam kasus korupsi terkait penjualan dan pemasaran pesawat PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kepada Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh.

KPK sempat menyebut Budiman diduga turut bersama-sama sejumlah mantan petinggi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran uang senilai Rp96 miliar. Uang tersebut diterima dari 6 perusahaan yang menjadi agen penjualan dan pemasaran PT Dirgantara Indonesia.

Diketahui, Budiman Saleh sempat menjabat sebagai Direktur Niaga dan Restrukturisasi di PT Dirgantara Indonesia sebelum akhirnya menjabat sebagai Dirut PT PAL Indonesia.

"Terkait aliran uang sejauh ini penyidik masih terus memeriksa saksi-saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2020).

Pada kesempatan sebelumnya, KPK menyatakan bahwa setelah keenam perusahaan mitra/agen penjualan dan pemasaran menerima pembayaran dari PT Dirgantara Indonesia (Persero), terdapat permintaan sejumlah uang baik melalui transfer maupun tunai sekitar Rp96 miliar.

Uang itu kemudian diterima oleh pejabat di PT Dirgantara Indonesia (persero) di antaranya tersangka Budi Santoso, Irzal Rinaldi Zailani, Arie Wibowo, dan Budiman Saleh.

Terkait aliran dana dalam kasus ini, KPK juga sempat menggali keterangan dari petinggi perusahaan yang merupakan salah satu mitra penjualan dan pemasaran PT DI yakni Direktur Utama PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana.

Didi diduga mengetahui mengenai penggunaan dan aliran dana mitra PT DI. Hal ini lantaran Didi ditugaskan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani yang juga telah menyandang status tersangka kasus ini untuk menyiapkan perusahaan yang akan dijadikan mitra atau agen penjualan dan pemasaran pesawat PT DI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi pt dirgantara indonesia
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top