Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19: Virus di Xinfadi Beijing Lebih Ganas dari Virus Wuhan

Kalangan ilmuwan China mengkhawatirkan virus Corona yang menyebar di pasar Xinfadi, Beijing, lebih ganas dari virus yang merebak di Wuhan, Provinsi Hubei.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  11:49 WIB
Lapak pedagang daging sapi dan daging kambing di Pasar Induk Xinfadi, Distrik Fengtai, Kota Beijing. (ANTARA - M. Irfan Ilmie)
Lapak pedagang daging sapi dan daging kambing di Pasar Induk Xinfadi, Distrik Fengtai, Kota Beijing. (ANTARA - M. Irfan Ilmie)

Bisnis.com, JAKARTA - Kehawatiran atas serangan virus Corona yang lebih ganas dari virus yang merebak di Wuhan melanda China.

Pemerintah Kota Beijing pun menggandakan masa karantina dari 14 hari menjadi 28 hari atas kekhawatiran atas hal itu.

Kalangan ilmuwan China mengkhawatirkan tipe virus Corona jenis baru yang kini menular dari Pasar Induk Xinfadi lebih ganas daripada virus sejenis, yang pertama kali ditemukan di Wuhan pada akhir 2019.

Mayoritas orang yang dikarantina di Beijing merupakan para pekerja di lapak daging sapi dan daging kambing di Pasar Xinfadi. 

Mereka dikategorikan dalam kelompok risiko tinggi Covid-19, kata Shi Guoqing, pakar dari Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) kepada pers, Senin (29/6) seperti dikutip Antara, Selasa (30/6/2020).

Shi mengungkapkan beberapa dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali sehingga sulit untuk menilai, apakah mereka tertular virus, hanya dengan mengamati gejalanya.

Selain itu, karena beberapa yang terinfeksi memiliki hasil tes asam nukleat mereka negatif dan tidak ada kelainan yang ditemukan dalam 14 hari, tidak cukup waktu untuk mengonfirmasinya.

Dengan demikian, menurut Shi, ada kemungkinan orang-orang tersebut akan menyebarkan virus kepada orang lain kalau diizinkan bebas berkeliaran.

Wakil Kepala Distrik Fengtai Chu Junwei mengatakan bahwa karantina untuk orang yang pernah kontak dengan pedagang daging sapi dan daging kambing di Pasar Induk Xinfadi telah diperpanjang menjadi 28 hari.

Shi mencatat 33,8 persen kasus positif di Beijing terkait dengan para pekerja di lapak daging sapi dan daging kambing di Pasar Induk Xinfadi. Sedangkan 20,5 persen lainnya adalah para pengunjung area itu.

Komisi Kesehatan Kota Beijing, Senin, juga mengumumkan bahwa inang virus Corona itu diyakini diimpor dari Eropa pada awal Maret. Virus mengarah ke Amerika Selatan dan berakhir di China oleh manusia atau daging impor sehingga terjadilah wabah di Beijing.

Deputi Direktur Biologi Patogen di Wuhan University Yang Zhanqiu mengatakan masa berjangkit wabah tersebut di Beijing sangat pendek dan semuanya berkaitan dengan Pasar Induk Xinfadi.

Itu berarti inangnya lebih ganas daripada virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan sehingga mungkin saja penyebarannya lebih dahsyat di Pasar Induk Xinfadi, ujarnya seperti dikutip Global Times.

Oleh sebab itu menurut dia, yang paling aman adalah melakukan tindakan-tindakan ketat terhadap kelompok berisiko tinggi tersebut.

Selama ini, orang merasa aman jika hasil tes asam nukleatnya negatif. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china beijing covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top