Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Protokol Kesehatan Apa Kabarnya?

Bertambahnya kasus positif terinfeksi Covid-19 memancing pertanyaan sejauh mana disiplin kita menerapkan protokol kesehatan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  17:29 WIB
Sebuah bendera bertuliskan protokol kesehatan tatanan normal baru diterbangkan drone atau pesawat tanpa awak di kawasan Bundaran Digulis Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (27/6/2020). - ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Sebuah bendera bertuliskan protokol kesehatan tatanan normal baru diterbangkan drone atau pesawat tanpa awak di kawasan Bundaran Digulis Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (27/6/2020). - ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, JAKARTA - Bagaimana masyarakat kita selama ini menerapkan protokol kesehatan? Pertambahan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 bisa menjadi cermin.

Paling tidak, begitulah yang bisa kita tangkap dari penjelasan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penganan Covid-19 Achmad Yurianto. 

"Mari kita pahami bersama penambahan kasus menggambarkan bahwa disiplin untuk melaksanakan protokol kesehatan masih belum dilaksanakan dengan baik," ujar Yuri, Minggu (28/6/2020).

Yuri menyebutkan saat ini juga masih ada orang yang sakit dan terkonfirmasi positif tapi tidak melaksanaan isolasi diri dengan baik.

"Masih ada kontak tracing dari kasus konfirmasi positif, belum bisa diperiksa di lab dan belum bisa laksanakan isolasi dengan baik," tambahnya.

Yuri menambahkan masih ada kelompok rentan juga masih ada yang tidak patuh menjaga jarak, tidak memakai masker, dan tidak rajin mencuci tangan.

Di sisi lain, Yuri mengingatkan agar masyarakat memperhatikan tempat-tempat yang rawan penularan Covid-19.

"Tempat rawan adalah di mana orang bertemu, berkumpul, dalam waktu lama misalnya di kantor," ujar Yuri.

Oleh karena itu ia mengingatkan pentingnya memperhatikan pengaturan tempat kerja, "pastikan di kantor tetap pakai masker," ujarnya.

Yuri menyebutkan bahwa pasar merupakan tempat yang paling rawan terjadinya penularan.

Untung mengantipasi hal terburuk, Yuri menjelaskan bahwa gugus tugas akan melakukan pengaturan operasional pasar. Juga akan dipastikan bahwa semua pengunjung dan penjual di pasar bisa menjalankan protokol kesehatan.

"Demikian pula di rumah makan, di warung, dengan mulai bayak aktivitas di perkantoran kita harus perhatikan saat jam makan siang," ujar Yuri.

Saat makan siang tempat makan menjadi wilayah rawan terjadinya penularan. "Oleh karenanya saudara-saudara harus mencari cara agar aman," ujar Yuri.

Diingatkan Yuri, orang yang aktif bekerja kemudian terinfeksi dan pulang ke rumah, memungkinkan terjadinya penularan terhadap anggorta keluarga. 

Untuk mencegah hal itu terjadi, Yuri mengingatkan kembali agar setiap orang menjaga kesehatannya termasuk di tempatnya bekerja. 

"Inilah pentingnya memiliki komitmen kuat untuk menjaga agar kita tetap aman, agar produktif, dan keluarga aman," tegas Yuri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 Achmad Yurianto
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top