Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Larry Fink Janji Ada 30 Persen Pekerja Kulit Hitam di Blackrock

Larry Fink berkomitmen meningkatkan porsi tenaga kerja kulit hitam menjadi 30 persen pada 2024.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  08:22 WIB
Demonstrans mengikuti pawai untuk menghormati George Floyd di Midtown Manhattan, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020). Blommberg/Getty Images - John Moore
Demonstrans mengikuti pawai untuk menghormati George Floyd di Midtown Manhattan, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020). Blommberg/Getty Images - John Moore

Bisnis.com, JAKARTA – BlackRock Inc. membuat salah satu pernyataan paling berani di industri pengelolaan uang mengenai keanekaragaman ras.

Menurut posting blog LinkedIn dari Chief Executive Officer Blackrock, Larry Fink, pada Senin (22/6/2020), manajer aset terbesar di dunia ini berkomitmen untuk meningkatkan porsi tenaga kerja kulit hitam menjadi 30 persen pada tahun 2024.

Pernyataan ini diungkapkan Fink di tengah protes global untuk menekan perusahaan-perusahaan AS meningkatkan keragaman dalam jajaran manajemen mereka.

Perusahaan itu akan menggandakan porsi pemimpin seniornya yang berkulit hitam dari 3 persen saat ini, tulis Fink.

"Kita perlu berbuat lebih baik. Kita harus menggunakan suara kita dan bekerja dengan orang lain untuk membuat perubahan dalam industri dan di seluruh masyarakat secara lebih luas,” ungkap Fink, seperti dikutip Bloomberg.

Kalangan bisnis di AS kini tengah bergulat dengan perannya dalam ketimpangan rasial. Fink berada di antara para eksekutif yang mengambil suara setelah kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata, di tangan perwira polisi di Minneapolis.

BlackRock juga menyetujui undang-undang terhadap kejahatan rasial di negara bagian Georgia, tempat seorang pria kulit hitam lainnya, Ahmaud Arbery, terbunuh saat sedang joging.

Jumlah tenaga kerja kulit hitam di BlackRock saat ini mencapai 5 persen dari total lebih dari 16.000 orang karyawan perusahaan di seluruh dunia.

Fink juga mengatakan bahwa perusahaan akan meningkatkan kemitraan dengan bisnis minoritas dan menciptakan produk investasi baru yang berfokus pada kesetaraan ras di seluruh rangkaian dana kelolaan aktif dan pasifnya.

Ketika protes telah berlangsung selama berminggu-minggu, perusahaan mendapat tekanan untuk melakukan tindakan nyata selain memberikan pernyataan yang bersimpati pada gerakan Black Lives Matter.

Co-CEO Ariel Investments John Rogers menyamakan kondisi saat ini dengan tahun 1968, ketika kerusuhan meletus setelah pembunuhan Martin Luther King Jr.

Dalam sebuah diskusi keadilan rasial dan ekonomi di acara virtual Bloomberg Invest Global, Senin (22/6/2020), Rogers mengatakan perusahaan harus benar-benar mengeksekusi rencana keanekaragaman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat rasisme
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top