Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PILPRES AS 2020: Donald Trump dan Joe Biden Berpacu Galang Dana Kampanye

Setidaknya, selama tiga bulan ke depan masing-masing kandidat, Donald Trump dan Joe Biden mulai meningkatkan penggunaan dana.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  08:10 WIB
Kandidat Capres Amerika Serikat (AS) Joe Biden (kiri) dan Donald Trump (kanan). - Istimewa
Kandidat Capres Amerika Serikat (AS) Joe Biden (kiri) dan Donald Trump (kanan). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sulit dipungkiri kalau faktor kekuatan dana kampanye seorang kandidat menjadi salah satu faktor penentu kemenangan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (Pilpres AS 2020).

Dana kampanye tidak saja digunakan untuk biaya perjalan dan anggaran mengadakan pertemuan politik, tapi juga untuk iklan di media televisi maupun di media cetak dan online, serta radio dan media luar ruang lainnya.

Faktor itulah yang kini menjadi perhatian publik kurang dari lima bulan menjelang pemilihan presiden yang akan digelar pada awal November 2020. Para kandidat juga terikat dengan aturan Komisi Pemilihan soal batasan sumbangan dana kampanye.

Setidaknya, selama tiga bulan ke depan masing-masing kandidat, Donald Trump dan Joe Biden mulai meningkatkan penggunaan dana. Pasalnya, mereka akan menghadapi puncak jadwal kampanye di negara dengan penduduk 328,5 juta jiwa tersebut.

Kedua kandidat bersama tim kampanye akan mencari dukungan ke seluruh 50 negara bagian mulai dari negara bagian Alaska hingga California, dari Florida hingga negara bagian Hawaii dan Ibu Kota Washington D.C.

Penggalangan dana tahap awal

Meski tim kampanye Donald Trump dan Komite Nasional Republik (RNC) belum merilis kinerja penggalangan dana secara resmi, namun hingga Mei lalu publik sudah bisa mendapatkan gambaran kekuatan dana kampanye secara garis besar.

Sumbangan diperkirakan akan semakin besar mengalir ke kantong tim kampanye kedua kandidat seiring kian panasnya persaingan kedua kubu tersebut. Sejumlah isu mulai dari wabah Covid-19 hingga isu diskriminasi rasial bisa menjadi faktor penentu nilai sumbangan nantinya. 

Untuk periode hingga Mei, setidaknya Trump dan RNC dilaporkan telah berhasil mengumpulkan total US$61 juta menurut berbagai sumber. Mantan raja properti itu juga punya kekayaan pribadi yang jauh lebih banyak dari Biden.

Sedangkan, dari kubu Partai Demokrat, tim kampanye kandidat presiden Joe Biden dan Komite Nasional Demokrat (DNC) berhasil menggalang US$60 juta pada bulan yang sama.

Aksi protes bernuansa rasial akibat tewasnya pria kulit hitam George Floyd oleh polisi kulit putih 25 Mei lalu, diperkirakan akan menguntungkan Biden dalam penggalangan dana.

Selain itu, Trump dan RNC juga memiliki dana tunai sebesar US$255 juta, sementara Biden dan DNC memiliki sekitar US$100 juta dalam pundi-pundi mereka.

Penggalang dana kampanye Biden

Meski hingga kini Biden tidak merilis perkembangan terbaru siapa para tokoh di balik penggalangan dana untuk tim kampanyenya, akan tetapi pada akhir tahun lalu bisa terbaca.

Biden mengungkapkan nama dan kota asal lebih dari 230 orang dan pasangan yang telah mengumpulkan setidaknya US$25.000 untuk kampanyenya.

Mereka termasuk pengusaha elite seperti produser Hollywood, Jeffrey Katzenberg, kepala staf Gedung Putih semasa presiden Bill Clinton, Erskine Bowles, Gubernur Connecticut, Ned Lamont dan investor ekuitas swasta, Alan Patricof. Nama-nama tersebut hingga kini pada dasarnya hampir tidak berubah.

Beberapa bulan setelah Biden menyatakan maju sebagai kandidat presiden, dia diduga telah mulai mengumpulkan uang dengan sungguh-sungguh meski belum memenangkan konvensi internal partai. Akan tetapi, di dalam daftar pendukung dana itu tidak dirinci nam-nama mereka.

Ajudan kampanye Biden, menolak untuk membahas pengungkapan nama-nama penggalang dana. Akan tetapi, tim kampanye Biden memberi wartawan akses ke acara penggalangan dana yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.

Tim Biden hanya mengidentifikasi tuan rumah utama pengumpul dana hingga US$4 juta seperti miliarder San Francisco dan mantan kandidat presiden, Tom Steyer, serta para tokoh Lembah Silikon lainnya yang fokus pada perubahan iklim.

Pada Selasa pekan lalu, penggalangan dana virtual lain yang diselenggarakan oleh Senator Kamala Harris dari California dan Gubernur Eleni Kounalakis berhasil mengumpulkan US$3,5 juta untuk Biden seperti dikutip CNN.com, Kamis (18/6/2020).

Trump mulai menggebrak

Setelah disibukkan dengan urusan pandemi Covid-19, Trump mulai pekan ini berupaya menaikkan jumlah dana kampanyenya. Acara penggalangan dana pertama sejak pandemi dilakukan dengan meningkatkan kegiatan kampanye tradisional.

Penggalangan dana pada Kamis lalu di Dallas telah menghasilkan US$10 juta, menurut seorang pejabat NRC. Acara digelar di sebuah rumah pribadi di Dallas. Para undangan dibanderol dengan tiket US$ 580.600 per pasangan dan sekitar 25 orang turut hadir pada acara itu.

Trump juga tampil di acara penggalangan dana tiga hari kemudian di klub golfnya di Bedminster, New Jersey. Sekitar 25 orang diperkirakan hadir dengan sumbangan US$ 250.000 per kepala.

Kedua acara diadakan oleh Trump Victory, sebuah operasi penggalangan dana kampanye bersama dengan NRC.

Trump, yang sangat bergantung pada penyumbang kecil dan kekayaan pribadinya pada awal kampanye 2016, telah meningkatkan jumlah para penggalang dana untuk membantu mengamankan pemilihannya kembali periode 2020-2014.

Pada bulan Mei 2019, tim kampanyenya secara resmi meluncurkan program penggalangan dan dan dengan cepat menarik 200 pendaftar.

Hanya saja, pada akhirnya kekuatan dana saja belum cukup untuk merebut tiket untuk menduduki Gedung Putih untuk kedua kalinya bagi Trump.

Begitu juga bagi Biden, meski dia pernah duduk di Gedung Putih sebagai wakil presiden Barack Obama selama dua periode.

Keduanya akan berkompetisi merebut hati pemilih di tengah berbagi dinamika yang tengah berkembang di dalam maupun luar negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biden Donald Trump Pilpres as 2020
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top