Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jalur Komunikasi Korut-Korsel Diputus, Saluran Intelijen Tetap Terhubung?

Korea Utara menolak tawaran Korea Selatan setelah jalur komunikasi kedua negara diputus. Lantas, lewat jalur mana tawaran itu disampaikan?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  14:25 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un - Bloomberg
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara menegaskan telah menolak tawaran Korea Selatan yang ingin mengirim utusan ke Pyongyang.

Namun, kabar itu memunculkan spekulasi adanya jalur komunikasi alternatif yang tetap terbuka setelah Korut memotong saluran komunikasi utama ke tetangganya tersebut.

Kantor Berita Pusat Korut, Korean Central News Agency, mengatakan Presiden Korsel Moon Jae-in menawarkan untuk mengirim utusan khusus kepada pemimpin Korut Kim Jong-un pada Senin (15/6/2020).

Namun, saudari Kim Jong Un, Kim Yo-jong, dengan datar menolak tawaran yang disebutnya sebagai 'proposal yang tidak bijaksana' tersebut.

Kedua negara tidak mengungkapkan melalui jalur mana tawaran itu disampaikan. Kendati begitu, konfirmasi Korea Utara tentang interaksi tersebut menghadirkan spekulasi terkait jaringan antara lembaga mata-mata, yang bisa beroperasi untuk komunikasi di belakang layar, menurut laporan Yonhap, Rabu (17/6/2020).

Korea Utara memutus saluran telepon lain dengan Korea Selatan, termasuk penghubung resmi mereka dan jalur militer pekan lalu karena marah atas selebaran anti-Pyongyang yang dikirim melintasi perbatasan oleh para aktivis di Korea Selatan.

Korut menutup saluran kantor penghubung bersama antar-Korea, jalur komunikasi laut Timur dan Barat militer, jalur komunikasi uji coba antar-Korea dan hotline para pemimpin mereka.

Tidak disebutkan tentang hotline antara Badan Intelijen Nasional Korea Selatan dan Departemen Front Bersatu Korea Utara yang menangani masalah antar-Korea, meskipun pihak berwenang menolak untuk mengkonfirmasi apakah itu berfungsi.

Sarana komunikasi rahasia dibentuk setelah pertemuan puncak antar-Korea pertama kali antara Presiden Kim Dae-jung dan mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il pada tahun 2000.

Saluran itu tidak digunakan ketika hubungan antara Seoul dan Pyongyang tetap dingin selama pemerintahan konservatif sebelumnya tetapi dilaporkan dipulihkan pada 2018, ketika mereka mengatur pengiriman delegasi Korea Utara ke Olimpiade PyeongChang.

Pada hari ini, kantor kepresidenan Korea Selatan menyatakan penyesalan atas pengungkapan sepihak Korea Utara atas tawaran Korea Selatan dan meminta Pyongyang untuk memiliki etika.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internasional Korea Utara korea selatan

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top