Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Listing di Bursa Hong Kong, JD Siap Raup US$3,9 Miliar

Saham JD dijadwalkan untuk mulai diperdagangkan di Hong Kong pada 18 Juni, yang bertepatan dengan acara penjualan online tahunan terbesarnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  10:58 WIB
Lambang e-commerce JD.com - Bloomberg
Lambang e-commerce JD.com - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Peritel online nomor dua China JD.com Inc. diperkirakan meraup HK$ 30,1 miliar (US$3,9 miliar) dalam penawaran saham perdana di bursa Hong Kong.

Dilansir dari Bloomberg, perusahaan mengatakan kepada calon investor bahwa harga saham ditetapkan sekitar HK$226 per saham, dengan total saham yang dilepas menjapai 133 juta.

Secara harga indikatif, saham di Hong Kong lebih rendah 3,9 persen dibandingkan harga saham JD yang terdaftar di Nasdaq sebesar US$60,70 per saham pada hari Rabu. Saham perusahaan diperdagangkan di bursa AS melalui penerimaan setoran Amerika, yang salah satunya mewakili dua saham biasa.

Saham JD dijadwalkan untuk mulai diperdagangkan di Hong Kong pada 18 Juni, yang bertepatan dengan acara penjualan online tahunan terbesarnya. Perwakilan perusahaan menolak berkomentar mengenai rencana penjualan ini.

Dengan raihan US$3,9 miliar, penjualan saham JD Hong Kong akan menjadi yang terbesar kedua di dunia tahun ini, setelah Beijing-Shanghai High Speed Railway meraup US$4,3 miliar pada Januari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Jumlah penawaran saham perdana di seluruh dunia berkurang sejak awal tahun ini karena virus Corona menyebabkan pasar merosot dan emiten menunda rencana pencatatan saham. Namun dengan aktivitas mulai pulih, sejumlah perusahaan melanjutkan rencana go public mereka.

NetEase Inc., perusahaan gim terbesar kedua di China setelah Tencent Holdings Ltd., mencatatkan debut yang baik di bursa Hong Kong pada hari Kamis, yang menjadi pertanda baik bagi jajaran raksasa teknologi China yang sedang berkembang. Saham NetEase melonjak 10 persen di awal perdagangan.

Meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing meningkatkan risiko bagi perusahaan China seperti JD dan NetEase yang berusaha memperluas basis investor mereka.

AS telah mengancam akan membatasi akses perusahaan-perusahaan China ke pasar modal AS dan berjanji akan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaporan keuangan mereka, terutama setelah saham Luckin Coffee Inc. anjlok tengah skandal akuntansi.

Ada juga kekhawatiran tentang dampak dari undang-undang keamanan nasional yang akan dikenakan di Hong Kong, yang menyebabkan dimulainya kembali aksi protes di wilayah tersebut.

Pencatatan saham JD dan NetEase mengikuti penjualan saham Alibaba Group Holding Ltd. di bursa Hong Kong senilai US$13 miliar tahun lalu. Bank of America Corp, UBS Group AG dan CLSA Ltd. adalah sponsor bersama pencatatan saham JD di bursa Hong Kong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa hong kong JDID

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top