Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Ekspor Turun, Neraca Dagang China Tetap Surplus US$62,93 Miliar

Surplus negara dagang didukung oleh anjloknya realisasi impor yang lebih besar ketimbang penurunan ekspor.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 07 Juni 2020  |  12:25 WIB
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA — Surplus neraca dagang China melonjak ke rekor terbaru pada Mei 2020, seiring dengan penurunan ekspor dan jatuhnya impor.

Bloomberg melaporkan Minggu (7/6/2020), meski ekspor China terpangkas 3,3 persen secara year-on-year (yoy) dalam hitungan dolar AS, realisasi impornya anjlok hingga 16,7 persen. Hal ini membuat Negeri Panda berhasil mengamankan surplus dagang sebesar US$62,93 miliar.

Sebelum angka ini dirilis, ekonom Goldman Sachs Song Yu menyinggung bahwa ekspor produk medis dapat mendukung kinerja dagang.

"Data pada throughput kontainer menunjukkan gambaran yang lebih kuat pada Mei," tulisnya dalam sebuah laporan.

Ekspor produk tekstil, termasuk masker naik 25,5 persen dalam hitungan yuan selama 5 bulan pertama 2020. Produk ini sekaligus menjadi komoditas ekspor terbesar setelah produk mesin.

Namun, meningkatnya eskalasi tensi hubungan dengan AS dapat mengancam outlook perdagangan luar negeri China. Presiden AS Donald Trump telah berjanji mencabut status mitra dagang khusus yang kini disematkan kepada Hong Kong setelah Beijing meloloskan UU Keamanan Nasional yang baru.

China juga sudah memberitahu perusahaan pertanian pelat merah untuk menghentikan sementara pembelian komoditas pertanian dari AS. Hal ini membuat kejelasan tentang perkembangan penyelesaian perang dagang antara kedua negara kembali dipertanyakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top