Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bentuk protes masyarakat Hong Kong terhadap RUU Keamanan Nasional. (Roy Liu - Bloomberg)
Premium

Hong Kong, Perang Dagang AS-China dan Simalakama UU Keamanan Nasional

29 Mei 2020 | 17:07 WIB
Perjuangan para demonstran di Hong Kong tak mampu menepis UU Keamanan Nasional

Bisnis.com, JAKARTA— Perumpamaan ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ tampaknya tak berlaku bagi hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China. Yang terbaru, draf Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong menjadi bara api yang memicu memanasnya hubungan kedua negara itu.

Setelah legislatif China meloloskan draf UU Keamanan Nasional Hong Kong, status ‘satu negara dengan dua sistem’ yang dinikmati kota ini pun menjadi tanda tanya besar.

Lima tahun sebelum Inggris menyerahkan Hong Kong kepada China pada 1 Juli 1997, AS menyepakati untuk memperlakukan Hong Kong sebagai wilayah terpisah dari China. Di Hong Kong fondasi kebebasan dibangun.

Berdasarkan Undang-Undang AS-Hong Kong 1992, AS memberikan status khusus bagi kota ini dengan serangkaian interaksi, termasuk perdagangan antara kedua negara yang akan tetap berlaku setelah penyerahan Inggris ke China.

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menggelar konferensi pers untuk membahas China pada Jumat (29/5/2020) waktu setempat.

Trump mengatakan akan mengumumkan kebijakan-kebijakan baru AS tentang China, setelah negeri yang dikomandoi Presiden Xi Jinping ini meloloskan Undang-Undang Keamanan Nasional yang membatasi kebebasan di Hong Kong.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top