Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Google Laporkan Peretas China dan Iran Bidik Tim Kampanye Trump dan Biden

Google melaporkan para peretas China mengincar akun email pribadi anggota staf kampanye mantan Wakil Presiden Joseph Biden, sedangkan Iran menargetkan tim kampanye Presiden Trump.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  07:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Google melaporkan para peretas China mengincar akun email pribadi anggota staf kampanye mantan Wakil Presiden Joseph Biden, sedangkan Iran menargetkan tim kampanye Presiden Trump.

Dalam mengungkap upaya tersebut, Kepala Analisis Google, Shane Huntley mengatakan belum ada bukti bahwa peretas China telah menembus tim kampanye Biden. Huntle bertugas mengawasi pelacakan peretasan canggih atas sponsor negara.

Serangan itu tampaknya berupa phishing konvensional, mirip dengan pelanggaran Rusia terhadap email pribadi John D. Podesta pada 2016 saat dia menjadi ketua kampanye Hillary Clinton.

Akan tetapi, pengumuman Google itu menggarisbawahi fakta bahwa selama pemilihan presiden 2020, peretas Rusia yang menggabungkan peretasan dan disinformasi dalam siklus pemilihan presiden terakhir, tidak sendirian.

Bahkan, sebelum pengumuman Google yang diposting di Twitter, pakar keamanan memperingatkan bahwa peretas Rusia bergabung dengan mereka yang berasal dari musuh Amerika Serikat lainnya.

"Tim kampanye Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mengetahui laporan dari Google bahwa aktor asing telah melakukan upaya untuk mengakses akun email pribadi staf kampanye. Akan tetapi upaya itu bisa digagalkan," demikian dikutip CNN.com, Jumat (5/6/2020).

Dia mengatakan sudah mengetahui sejak awal kampanye bahwa pihaknya akan menjadi sasaran serangan semacam itu sehingga sudah bersiap. Tim Biden menganggap serius keamanan siber dan akan tetap waspada terhadap ancaman-ancaman tersebut serta memastikan bahwa aset kampanye dijamin aman.

Motivasi untuk upaya semacam itu bisa beragam. China selama ini memiliki aset spionase besar yang ditujukan pada pemerintahan Trump dan bagian lain dari pemerintah Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china google Donald Trump
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top