Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Target Uji Spesimen Corona dari Presiden, Pemerintah Libatkan Swasta

Keterlibatan laboratorium swasta untuk melakukan uji spesimen corona akan direalisasikan dengan ketentuan-ketentuan yang ada, utamanya keamanan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  15:39 WIB
Kejar Target Uji Spesimen Corona dari Presiden, Pemerintah Libatkan Swasta
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid/19 Doni Monardo. BISNIS/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melibatkan swasta untuk melakukan pengujian spesimen terhadap virus Corona. Keterlibatan swasta ini akan terintegrasi melalui Dinas Kesehatan Provinsi.

“Presiden juga telah memberikan arahan untuk pelibatan swasta. jadi pelibatan swasta ini juga nantinya akan bisa menambah kapasitas pemeriksaan kita yang sekarang ini 10.000 bisa mencapai nanti 20.000. Dan juga mungkin lebih banyak lagi sampai 30.000,” kata Kepala Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Kamis (4/6/2020).

Namun, Doni menambahkan keterlibatan swasta tersebut akan dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang ada, utamanya keamanan. Pasalnya pekerja laboratorium menghadapi risiko yang tidak jauh berbeda dengan para dokter dan perawat yang bertemu pasien secara langsung.

“Beberapa waktu yang lalu sejumlah dokter dan tenaga laboratorium itu sempat terpapar Covid-19 karena ada kebocoran dari laboratorium. Nah ini yang harus kita jaga,” katanya.

Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa uji spesimen 30.000 per hari merupakan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini berdasarkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Selain melibatkan swasta, pemerintah juga akan menjaring relawan tenaga laboratorium.

“Ini harus setingkat lebih tinggi misalnya mahasiswa S2 jurusan mikrobiologi, S2 jurusan magister kesehatan masyarakat itu kalau itu bisa kita rekrut, itu akan mengurangi beban dari laporan yang selama ini bekerja,” kata Muhadjir.

Dengan demikian mesin PCR yang dimiliki Indonesia akan berkerja secara optimal. Setidaknya alat tersebut dapat berkerja selama 22 jam dengan lebih kurang tiga jam periode kerja.

“Karena itulah tadi Bapak Presiden menyetujui untuk nanti Pak Menristek dengan Menkes dan Mendikbud untuk menginisiasi memperbanyak jumlah relawan dan mungkin bisa juga dikaitkan dengan kegiatan KKN mahasiswa-mahasiswa itu,” katanya.

Sementara itu dalam pembukaan rapat terbatas, Presiden Joko Widodo meminta pelacakan virus Corona dilakukan lebih masif. Dia menaikan target uji spesimen per hari menjadi 20.000, setelah target yang dicanangkan sejak lebih kurang dua bulan lalu, yakni 10.000 spesimen per hari telah tercapai.

“Untuk pengujian spesimen, saya kira saya ucapkan terima kasih bahwa target pengujian spesimen yang dulu saya targetkan 10.000, ini sudah terlampaui dan saya harapkan target berikutnya 20.000 per hari. Ini harus sudah mulai kita rancang menuju ke sana,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Doni Monardo covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top