Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran Bansos dan Diskon Listrik Diperpanjang Hingga Desember

Penyaluran bansos sembako dan bansos tunai di Jabodetabek dan non-Jabodetabek akan diperpanjang hingga Desember. Namun, nilai manfaatnya mengalami penurunan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  14:55 WIB
Petugas Jaring Pengaman Sosial (JPS) swadaya tingkat desa memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19 di Perumahan Candi Asri, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2020). Warga setempat secara swadaya melakukan iuran yang hasilnya disumbangkan kepada warga terdampak Covid-19 berupa sembako dan hand sanitizer. - Antara/Anis Efizudin\n
Petugas Jaring Pengaman Sosial (JPS) swadaya tingkat desa memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19 di Perumahan Candi Asri, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2020). Warga setempat secara swadaya melakukan iuran yang hasilnya disumbangkan kepada warga terdampak Covid-19 berupa sembako dan hand sanitizer. - Antara/Anis Efizudin\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memperpanjang penyaluran bantuan sosial (bansos) Covid-19 dan juga diskon listrik hingga akhir tahun ini. Namun terkait bansos, baik bansos sembako jabodetabek, bansos tunai non-jabodetabek, dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa nilai manfaatnya mengalami penurunan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai manfaat bansos turun dari yang sebelumnya Rp600.000 menjadi Rp300.000

“Untuk bansos Jabodetabek [paket sembako] sekarang sampai Desember, namun mulai Juli hingga Desember, manfaatnya turun dari Rp600.000 menjadi Rp300.000 per bulan,” kata Menkeu seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Rabu (3/6/2020).

Dia menuyatakan untuk bansos non-Jabodetabek juga mengalami perpanjangan periode hingga Desember 2020. Nilai bansos untuk periode Juli-Desember 2020 juga akan dipangkas menjadi Rp300.000 per bulan.

"Presiden juga memutuskan penyaluran bansos ini akan dilakukan secara tunai non-cash. Akan dilakukan transfer ke nama dan akun mereka sesuai dengan data Kemensos atau kerja sama dengan Pemda," jelasnya.

Selanjutnya, BLT Dana Desa juga akan diperpanjang. Namun, tidak seperti bansos Jabodetabek dan non-Jabeodetabek, bantuan pemerintah terkait Covid-19 ini hanya akan diperpanjang hingga September 2020. Nilai manfaat BLT Dana Desa juga turun menjadi Rp300.000 per bulan untuk periode Juli hingga berakhir.

Total alokasi bansos tunai untuk warga non-Jabodetabek sebesar Rp32,4 triliun. Sementara itu, anggaran untuk bansos warga Jabodetabek sebesar Rp6,8 triliun dan BLT Dana Desa akan menyerap belanja negara sebesar Rp31,8 triliun.

Adapun, pemerintah mencatat penerima bansos terbanyak merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) yang bekerja sebagai petani, peternak, dan pekebun dengan jumlah 18,4 juta orang.

“Kemudian pedagang dan pekerja sektor swasta 4,2 juta, pekerja bangunan 3,4 juta, pekerja pabrik sektar 3,3 juta, supir dan pekerja sektor komunikasi 1,3 juta, nelayan hampir 900 ribu, dan sektor lainnya,” jelas Menkeu.

Menkeu menyatakan bahwa perpanjangan penyaluran bansos dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk menahan daya beli agar tidak menurun akibat Covid-19 dan merosotnya kegiatan ekonomi di level masyarakat akar rumput.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri keuangan bansos Virus Corona dana desa
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top