Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19 Surut, Indeks Manufaktur China Mei 2020 Melonjak Tajam

Caixin China General Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) yang dikelola oleh IHS Markit mencatat kenaikan kinerja manufaktur China menjadi 50,7 pada Mei 2020 dari 49,4 pada April.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  21:53 WIB
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat produksi manufaktur China mencatat lonjakan tertinggi dalam sembilan tahun pada Mei 2020, setelah pelonggaran lockdown akibat wabah Covid-19 yang melanda negeri itu.

Caixin China General Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) yang dikelola oleh IHS Markit mencatat kinerja manufaktur China meningkat tajam menjadi 50,7 pada Mei 2020 dari posisi 49,4 pada April.

"Pembacaan di atas 50,0 mengisyaratkan peningkatan baru dalam kondisi operasi keseluruhan pertengahan kuartal kedua, meskipun hanya sedikit," kata IHS Markit dalam rilis, Senin (1/6/2020).

Menurut IHS Markit, ekspansi manufaktur China ini merupakan yang tercepat sejak Januari 2011.

IHS Markit menilai ekspansi ini terjadi seiring dengan pemulihan dengan rantai pasokan yang mulai stabil setelah gangguan parah dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, laporan IHS Markit menekankan bahwa persediaan barang tetap menjadi perhatian karena beberapa vendor masih menghadapi kekurangan pembelian dan stok barang jadi.

"Produksi manufaktur pulih lebih cepat dari permintaan karena ekonomi domestik mulai pulih dari epidemi," ungkap ekonom senior Caixin Insight Group Wang Zhe.

Kendati demikian, dia mengingatkan ekspor yang lesu tetap menjadi hambatan besar karena permintaan terus menyebar di luar negeri.

Perdana Menteri Li Keqiang pada hari Kamis lalu (28/5/2020) menegaskan tekad pemerintah untuk mencapai ekspansi ekonomi tahun ini meskipun telah mengabaikan penetapan target pertumbuhan PDB untuk pertama kalinya sejak 2002.

“Jika target utama kami, termasuk melindungi pekerjaan, mata pencaharian dan entitas pasar dapat dicapai, kita akan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi tahun ini, dan kita akan berusaha untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang cukup besar untuk mendorong ekonomi China,” kata Li dalam konferensi pers di Beijing, Kamis lalu.

Dikutip dari Caixin Global, Kepercayaan produsen juga meningkat. Hal ini tercermin dari indeks ekspektasi bisnis yang menunjukkan pemulihan tajam hingga tepat di bawah level Maret setelah penurunan yang dalam pada April lalu.

Namun, komponen lain dari PMI China tersebut menunjukkan permintaan yang masih landai. Kontrak permintaan baru mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut, meskipun subindeks membaik hingga tepat di bawah angka 50.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur china pmi manufaktur
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top