Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengerahan TNI-Polri, Doni Monardo: Bukan untuk Menakuti Masyarakat

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo menyatakan nantinya TNI-Polri akan melakukan pendekatan yang persuasif kepada masyarakat.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  17:04 WIB
Petugas dari TNI memberikan masker dan mengedukasi pengendara motor terkait pencegahan wabah corona di Kota Palembang. istimewa
Petugas dari TNI memberikan masker dan mengedukasi pengendara motor terkait pencegahan wabah corona di Kota Palembang. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta TNI dan Polri turun untuk membantu mendisiplinkan masyarakat. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo memastikan hal itu bukan untuk menakuti masyarakat.

Doni menyatakan nantinya TNI-Polri akan melakukan pendekatan yang persuasif kepada masyarakat.

“Kehadiran TNI dan polri di tempat-tempat publik bukan untuk menimbulkan kekhawatiran. Bukan Untuk menimbulkan ketakutan tetapi semata-mata membantu masyarakat satu sama lainnya mengingatkan satu sama lainnya agar masyarakat betul-betul taat dan patuh kepada protokol kesehatan,” kata Doni usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi melalui video conference, Rabu (27/5/2020).

Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa TNI dan Polri akan memberikan penjelasan kepada masyarakat terlebih dahulu apabila ada indikasi pelanggaran protokol kesehatan. Namun, apabila pendekatan tersebut gagal, aparat keamanan akan bertindak secara terukur untuk mengamankan situasi.

“Jadi kita yakin ketegangan tidak terjadi, semua sabar, jangan hanya persoalan sepele menunjukkan ketegangan,” kata Doni.

Dia juga melanjukan bahwa belum ada satupun ahli yang dapat memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Oleh karena itu, setiap masyarakat harus mempersiapkan diri untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Bapak Presiden mengatakan tidak boleh kendor oleh karenanya kita harus bisa adaptif dengan Covid. Kita tetap harus menjaga tidak terpapar tetapi kita juga tetap harus mampu beraktivitas,” kata Doni.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah meminta TNI dan Polri ikut memantau penerapan protokol kesehatan di 1.800 titik di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota. Hingga satu pekan ke depan kebijakan ini akan dievaluasi dan bila berhasil pelaksanaannya akan diperluas.

Kebijakan ini dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat menuju tatanan hidup yang baru atau new normal. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa masyarakat harus belajar hidup bersama virus Corona hingga vaksin atau obat Covid-19 ditemukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 tni-polri New Normal
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top