Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beda Data Covid-19, Mahfud MD: Mungkin Hanya Keterlambatan

Mahfud mencontohkan di sejumlah daerah terpencil terdapat kendala pelaporan hasil pemeriksaan yang membutuhkan waktu yang lama.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 April 2020  |  14:11 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD memaparkan materi pada acara Bincang Seru Mahfud di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Bisnis - Rachman
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD memaparkan materi pada acara Bincang Seru Mahfud di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menampik adanya dugaan pemerintah menyembunyikan data terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Yang ada mungkin hanya data yang belum terekam dan terlambat. Kemarin ada data yang belum terlaporkan di daerah,” Kata Mahfud saat membuka diskusi daring bertajuk 'Hari Keterbukaan Informasi Nasional' yang diinisiasi Komisi Informasi Pusat, Jakarta, pada Kamis (30/4/2020).

Dia mencontohkan di sejumlah daerah terpencil terdapat kendala pelaporan hasil pemeriksaan yang membutuhkan waktu yang lama. “ Di daerah terpencil misalkan melakukan pemeriksaan hari ini hasilnya baru keluar seminggu yang akan datang,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut dia, pemerintah tidak ada upaya untuk menutup informasi terkait penanganan pandemi Covid-19 kepada masyarakat.

“Pemerintah sendiri berpendapat data yang tidak valid bakal menyesatkan program kebijakan pemerintah karena dapat mengancam kehidupan orang banyak,” tuturnya.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Didik Budijanto menampik dugaan adanya upaya menutupi data dan informasi terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Terus terang saja, tidak ada yang tertutupi,” kata Didik saat memberi keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Selasa (28/4/2020).

Ihwal perbedaan data, dia menerangkan, hal itu terjadi ketika proses pengolahan data dari laboratorium jejaring dan dinas kesehatan daerah sampai ke Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) Kemenkes terjadi  pada saat cut off point time yaitu per jam 12 siang.

Seperti diketahui, Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih sempat mengungkap bahwa dirinya pernah menyaksikan pasokan data di BNPB/Gugus Tugas Covid-19. Saat itu, d ia menyaksikan laporan dari rumah sakit secara real time, dan ada 1.300 kasus meninggal.  Dari jumlah itu, baru sekitar 300 an yang konfirmasi positif Covid-19.

Adapun ribuan pasien dalam pengawasan (PDP) belum memiliki hasil tes virus corona secara PCR, sehingga ketika meninggal tidak diketahui mereka positif atau negatif Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top