Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien Covid-19 di Wuhan Nol dan New York Siap Buka Kegiatan Bisnis

Covid-19 diyakini berasal dari pasar satwa liar di Wuhan dan pertama kali muncul pada bulan Desember 2019 sebelum menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 April 2020  |  17:59 WIB
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif "Light It Blue" untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kota Wuhan di China, tempat pandemi virus corona global dimulai, kini tidak memiliki lagi sisa kasus di rumah sakitnya, menurut seorang pejabat kesehatan kota itu.

Covid-19 diyakini berasal dari pasar satwa liar di Wuhan dan pertama kali muncul pada bulan Desember 2019 sebelum menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Sekitar 2,83 juta orang dilaporkan terinfeksi secara global dan 197.872 meninggal dunia akibat virus corona.

"Berita terakhir adalah bahwa pada 26 April, jumlah pasien virus corona baru di Wuhan adalah nol, berkat upaya bersama dari Wuhan dan staf medis dari seluruh negeri," kata juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, Mi Feng seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (27/4/2020).

Kota Wuhan melaporkan 46.452 kasus, atau 56 persen dari total nasional dan mencatat 3.869 kematian atau 84 persen dari total di China.

Wuhan dan Provinsi Hubei dikunci pada akhir Januari. Jalan ditutup, kereta api dan pesawat dibatalkan dan penduduk tidak dapat bergerak bebas selama lebih dari dua bulan.

Pemerintah kota melakukan pengetasan penduduk secara teratur meskipun sedikit melonggarkan pembatasan.

Fokus sejak itu bergeser ke provinsi perbatasan timur laut Heilongjiang, yang mencatat sejumlah besar kasus virus corona impor masuk dari Rusia.

Otoritas kesehatan China sebelumnya telah melaporkan 11 kasus Covid-19 di daratan pada 25 April atau turun dari 12 kasus, namun  tidak ada kematian.

Sementara itu, Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan siap membuka kembali kegiatan bisnis secara bertahap mulai 15 Mei setelah angka kematian harian akibat wabah Covid-19 turun menjadi 367 kemarin. Dua sektor yang diprioritaskan untuk dibuka adalah manufaktur dan infrastruktur.

Pada 9 April angka kematian harian di wilayah itu mencaat rekor 799 dari total kematian  16.966 orang. Artinya, angka kematian 367 itu tercatat yang terendah selama hampir sebulan seperti dikutip Bloomberg.com.

"Tidak ada keraguan bahwa, pada titik ini, kami telah melalui yang terburuk," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

new york Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top