Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Petinggi Depkes AS Dimutasi karena Berlawanan dengan Trump?

Rick Bright mengklaim dimutasi dari tim pengembang vaksin karena sikapnya menentang penggunaan hydroxychloroquine dan chloroquine.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 23 April 2020  |  09:36 WIB
Rick Bright, salah satu petinggi di Departemen Kesehatan AS. - Istimewa
Rick Bright, salah satu petinggi di Departemen Kesehatan AS. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Rick Bright, salah satu petinggi di Departemen Kesehatan AS menjadi korban mutasi pada Rabu (23/4/2020).

Dalam pernyataan tertulis yang dipaparkan kuasa hukumnya, Bright mengklaim mutasi itu terjadi lantaran dia berupaya menekan penggunaan hydrochloroquine dan chloroquine dalam proyek pengembangan vaksin corona di Biomedical Advanced Research at the National Institute of Health (BARDA).

Hydrochloroquine dan chloroquine sendiri merupakan dua zat yang menurut klaim Bright selalu ditekankan penggunaannya lewat imbauan pemerintahan Trump.

"Padahal bukti ilmiah yang membenarkan penggunaan dua zat itu sangat lemah. Saya sebenarnya ingin mengambil pendekatan baru yang lebih masuk akal, dengan cara meminimalisir penggunaan zat yang kelewat dipaksakan oleh pemerintah," tulis pernyataan tersebut, seperti dilansir Bloomberg.

Bright sebelumnya menjabat sebagai direktur BARDA, lembaga yang ditunjuk pemerintah AS sebagai salah satu ujung tombak pengembangan vaksin malaria menjadi vaksin corona. Kini, dia resmi dimutasi untuk jabatan yang lebih rendah di National Institute of Health.

Dikonfirmasi secara terpisah, Presiden Donald Trump membantah keras klaim Bright.

"Aku bahkan tak kenal siapa dia [Bright]," ujar Trump mengelak, seperti dilansir Bloomberg.

Kendati demikian, sumber anonim dari Politico mengatakan bahwa keretakan hubungan antara orang-orang lingkaran Trump dengan Bright memang terdeteksi sejak beberapa bulan terakhir. 

Bright belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut tentang dugaan itu. Namun, dalam wawancara terakhir dengan Bloomberg Businessweek, dirinya memang mengindikasikan ketidaksepahaman dengan sikap orang-orang Trump di Departemen Kesehatan.

"Sangat sulit mengembangkan vaksin saat pandemi. Semua orang ingin ide dan gagasannya didengar, tak peduli sekuat atau selemah apapun dasarnya," ujar Bright.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Chloroquine
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top