Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sudah 30 Mantan Napi Program Asimilasi Kemkumham Kembali Ditangkap

30 mantan narapidana tersebut diamankan di sejumlah daerah karena kembali melakukan aksi kriminal di masyarakat.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 April 2020  |  15:58 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Polri mengungkapkan sudah ada 30 eks narapidana Program Asimilasi Kementerian Hukum dan HAM yang ditangkap karena kembali berbuat kejahatan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengemukakan 30 mantan narapidana tersebut diamankan di sejumlah daerah karena kembali melakukan aksi kriminal di masyarakat.

Beberapa perbuatan tindak pidana umum yang kembali dilakukan para mantan narapidana itu adalah kasus penipuan, narkotika, dan pencurian dengan kekerasan.

"Total sampai saat ini sudah 30 mantan narapidana yang sudah kami amankan karena kembali berbuat kriminal setelah dibebaskan lewat Program Asimilasi," tuturnya, Rabu (22/4/2020).

Untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan yang dilakukan eks narapidana, Polri telah membentuk tim khusus untuk melakukan patroli dan menindak tegas para pelaku yang mengancam keselamatan nyawa seseorang.

"Patroli sudah gencar dilakukan. Kami akan tindak tegas setiap pelaku kejahatan di masa pandemi seperti ini," katanya.

Sebelumnya, pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah meminta agar Kementerian Hukum dan HAM tetap melanjutkan pembebasan narapidana melalui program asimilasi.

Menurut Trubus program asimilasi diperlukan guna mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Trubus dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (21/4/2020), mengatakan, kejahatan yang selama ini terjadi tidak bisa dikaitkan dengan pembebasan 30.000 narapidana melalui program asimilasi.

Pascaasimilasi, sejumlah narapidana disebut-sebut kembali melakukan tindak pidana kejahatan jalanan. Mulai dari pencurian, penodongan, perampokan, penipuan, dan lainnya di sejumlah daerah.

"Kejahatan memang ada, namun tidak bisa dikaitkan dengan program asimilasi, apalagi kejahatan yang selama ini terjadi tidak sampai satu persen dan tidak tercipta dari para narapidana yang mendapat pembebasan lebih dulu," ujar Trubus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top