Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

71 Laboratorium Medik dan 1.366 Laboratorium Penguji Terakreditasi KAN

Untuk menemukan orang yang terinfeksi virus Corona (Covid-19), dibutuhkan laboratorium yang cepat dan teruji.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 09 April 2020  |  14:33 WIB
Aktivitas di salah satu Laboratorium yang ada di Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis - Nurul Hidayat
Aktivitas di salah satu Laboratorium yang ada di Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengungkapkan Komite Akreditasi Nasional telah mengakreditasi 71 laboratorium medik dan 1.366 laboratorium penguji.

Dari jumlah tersebut, terdapat 9 lab medik/klinik dan 25 laboratorium penguji yang sudah terakreditasi KAN yang mempunyai potensi melakukan pengujian virus corona.

Direktur Akreditasi Laboratorium Badan Standardisasi Nasional (BSN) Fajarina Budiantari mengungkapkan penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19 di Indonesia makin cepat dan meluas. Jadi, perlu upaya menemukan pasien positif Covid-19 secara cepat sehingga dapat memperoleh penanganan medis.

Untuk mengetahui apakah seseorang positif terkena virus, lanjutnya perlu uji laboratorium. "Saat ini, pemerintah terus memperbanyak fasilitas laboratorium untuk melakukan uji pemeriksaan virus Covid-19," katanya dalam siaran pers pada Kamis (9/4/2020).

Dia menjelaskan seluruh laboratorium medik itu telah menerapkan SNI ISO 15189:2012 Laboratorium medik – Persyaratan khusus untuk mutu dan kompetensi yang merupakan adopsi identik dari ISO 15189:2012 Medical laboratories – Particular requirements for quality and competence.

Adapun laboratorium penguji tersebut  menerapkan SNI ISO/IEC 17025 - Persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi yang merupakan adopsi identik dari ISO/IEC 17025 General requirements for the competence of testing and calibration laboratories.

"Dengan demikian, lembaga penilaian kesesuaian yang terakreditasi KAN bisa menjamin proses penilaian kesesuaian sesuai persyaratan internasional," katanya.

Sementara itu, laboratorium yang mempunyai potensi melakukan pengujian virus corona memiliki lingkup akreditasi menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan mempunyai fasilitas minimal Bio Safety Level (BSL) 2.

Secara umum, lanjutnya potensi laboratorium tersebut di atas terbagi dalam tiga kategori yaitu, kategori I adalah Laboratorium Penguji yang Memiliki Fasilitas BSL 3 dan Alat PCR.

Kategori II yaitu laboratorium penguji yang memiliki fasilitas BSL 2/BSL 2 plus dan Alat PCR.

Kategori III adalah laboratorium medik yang Memiliki Fasilitas BSL 2 dan Alat PCR.

Sebagai informasi, KAN juga telah mengakreditasi laboratorium penguji dan laboratorium medik/klinik di luar jumlah tersebut di atas (9 lab medik/klinik dan 25 laboratorium penguji) dengan lingkup akreditasi menggunakan peralatan PCR, namun belum memiliki fasilitas BSL.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona bsn covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top