Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penghinaan Terhadap Penguasa, Kapolri: Tak Terima Dipidanakan, Ajukan Praperadilan

Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis meminta masyarakat mengajukan gugatan praperadilan jika tidak terima dipidanakan terkait kasus penghinaan terhadap penguasa.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 08 April 2020  |  11:28 WIB
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kiri) berbincang dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - Antara
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kiri) berbincang dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis meminta masyarakat mengajukan gugatan praperadilan jika tidak terima dipidanakan terkait kasus penghinaan terhadap penguasa.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengemukakan bahwa proses penegakan hukum tidak bisa selalu memuaskan semua lapisan masyarakat.

Menurut Idham, masyarakat yang tidak terima dipidanakan bisa melakukan gugatan praperadilan atas tindakan tim penyidik Kepolisian.

"Pro dan kontra itu hal yang biasa. Para tersangka juga punya hak untuk mengajukan praperadilan," tutur Idham dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Secara terpisah, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan bahwa proses penegakan hukum ke masyarakat adalah pilihan terakhir.

Menurut Asep, Polri tetap mengedepankan upaya preventif dan preemtif ke masyarakat.

"Penegakan hukum yang dilakukan Polri selama penyebaran Covid-19 pada prinsipnya pilihan terakhir atau ultimum remedium, Polri mengedepankan upaya preventif dan preemtif," kata Asep.

Asep menerangkan bila upaya preventif dan preemtif tidak efektif, upaya penegakan hukum diambil dengan maksud memberikan kepastian hukum bagi pelanggar.

"Substansinya, telegram Bapak Kapolri ini menjadi panduan bagi penyidik dalam melakukan upaya-upaya penegakan hukum dan menjadi catatan penting," ujar Asep.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolri penghinaan presiden Virus Corona
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top