Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menghadang Covid-19 di Tengah Konflik Dunia

Sejarah pun telah mencatat berbagai virus maupun wabah penyakit yang melanda dunia pada masa lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 April 2020  |  07:00 WIB
Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (28/3/2020). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra - hp
Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (28/3/2020). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra - hp
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ada pelajaran yang menarik dari penyebaran wabah Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari sejuta orang diseluruh, dunia dengan angka kematian hampir 60 ribu jiwa saat ini.

Salah satunya adalah penyakit ini merebak pada saat dunia dilanda banyak konflik, baik konflik bersenjata maupun yang tidak bersenjata seperti  “perang dagang” antarnegara. Dia antaranya  AS dengan China yang saat ini berada pada fase “gencatan senjata.

Sering disebut sebagai "tentara ketiga",  serangan dari virus mematikan bernama SARS-CoV-2 itu dengan cepat menyasar musuh-musuhnya secara global dalam skala luas.

Sejarah pun telah mencatat berbagai virus maupun wabah penyakit yang melanda dunia pada masa lalu. 

Wabah penyakit ternyata telah menambah kegilaan dan kehancuran pada masa perang dengan mengalahkan kekuatan militer, menghancurkan populasi sipil. Bahkan wabah itu membingungkan dan kadang-kadang membunuh para pemimpin tanpa ampun. 

Bagian paling berbahaya dari pasukan tak terlihat ini adalah sifatnya yang tidak pandang bulu. Mereka membunuh tanpa memperhatikan etnis, negara, agama maupun kelompok sosial atau lebih tepatnya tanpa diskriminasi.

1 dari 5 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bagikan
back to top To top