Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gedung Putih dan Kongres AS Pertimbangkan Stimulus Lanjutan

Pejabat Gedung Putih telah menyusun daftar permintaan dari lembaga pemerintah dengan total sekitar US$600 miliar.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  11:17 WIB
Nancy Pelosi. - Reuters
Nancy Pelosi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah mengesahkan Undang-Undang stimulus ekonomi untuk atasi tekanan wabah virus Corona senilai US$2 triliun, Pemerintah Donald Trump tengah mempertimbangkan paket selanjutnya.

Dilansir Bloomberg, Selasa (31/3/2020), pejabat Gedung Putih telah menyusun daftar permintaan dari lembaga pemerintah dengan total sekitar US$600 miliar. Usulan anggaran itu mencakup lebih banyak bantuan keuangan untuk pasar hipotek dan industri perjalanan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan bahwa Demokrat sedang mengumpulkan informasi dan menginventarisisasi apa yang mungkin diperlukan dalam putaran stimulus selanjutnya. Dia juga mengatakan pemerintah negara bagian dan lokal membutuhkan lebih banyak bantuan. Selain itu, dia mengindikasikan akan ada bantuan langsung tunai bagi warga AS setiap hari.

Pelosi mengatakan bahwa langkah lain yang mungkin adalah menghilangkan batas pengurangan pajak negara bagian dan lokal. Namun, seorang juru bicara untuk anggota Partai Republik Iowa Chuck Grassley, Michael Zona, dan ketua Komite Keuangan Senat, menolak gagasan itu.

"Miliuner tidak perlu keringanan pajak baru karena pemerintah federal menghabiskan triliunan dolar untuk memerangi pandemi," kata Zona.

menurut proyeksi oleh Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington diperkirakan belum akan memuncak dalam dua minggu ke depan.

Sementara itu, Trump mengatakan bahwa dia mempertimbangkan jaminan keselamatan bagi pekerja medis dalam paket stimulus berikutnya. Dia menugaskan Sekretaris Departemen Keuangan dan Tenaga Kerja memperbaiki pengembalian pajak untuk pengeluaran restoran perusahaan yang dicabut sebagai bagian dari pemeriksaan pajak 2017. Perubahan semacam itu bermanfaat bagi perusahaan miliknya, Trump Organization, yang menyewakan ruang untuk restoran di banyak properti resornya.

Banyak prioritas yang digariskan Pelosi untuk stimulus putaran keempat adalah bagian dari poin alternatif yang diusulkan Demokrat pekan lalu, tetapi ditolak oleh para pemimpin Senat.

Namun, ada gesekan yang tersisa antara Trump dan Pelosi atas stimulus US$2 triliun, yang mungkin membayangi negosiasi pada putaran keempat. Demokrat marah karena presiden mengeluarkan pernyataan bahwa dia akan menugaskan inspektur jenderal untuk mengawasi distribusi bantuan US$500 miliar kepada perusahaan. Sejumlah pihak di Gedung Putih tidak sepakat Menteri Keuangan Steven Mnuchin ditunjuk sebagai pengawas.

Trump juga mengkritik Pelosi karena berusaha memenangkan beberapa prioritas Demokrat dalam undang-undang yang dia tandatangani Jumat pekan lalu, seperti pengendalian polusi penerbangan.

"Kami ingin mengubah undang-undang pemilihan, kami ingin mengubah ini, kami ingin kincir angin di semua tempat merusak rumah dan pertanian semua orang. Kami ingin melakukan segala hal, "kata Trump

"Mereka menginginkan hal-hal yang begitu konyol dan tidak ada hubungannya dengan menempatkan orang yang pada dasarnya kehilangan pekerjaan dan menempatkan mereka kembali bekerja," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stimulus ekonomi Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top