Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

India Lockdown, Ratusan Ribu Pekerja Migran Eksodus

Penguncian total itu dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus corona baru SARS-CoV-2.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  10:12 WIB
Para pekerja migran dan keluarganya menaiki bus di tengah lockdown yang diberlakukan pemerintah di New Delhi, India, Sabtu (28/3/2020). - Bloomberg/Anindito Mukherjee\n
Para pekerja migran dan keluarganya menaiki bus di tengah lockdown yang diberlakukan pemerintah di New Delhi, India, Sabtu (28/3/2020). - Bloomberg/Anindito Mukherjee\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Ratusan ribu pekerja migran melarikan diri dari kota-kota terbesar di India dan sebagian di antaranya berjalan kaki pulang kampung akibat lockdown nasional yang telah membuat mereka menjadi pengangguran tanpa pendapatan.

Penguncian total itu dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus corona baru SARS-CoV-2.

Akan tetapi, ada kekhawatiran bahwa eksodus para migran justri akan memperburuk keadaan.

Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak semua negara bagian untuk menutup perbatasan mereka untuk menghentikan virus yang diimpor ke daerah pedesaan seperti dikutip Theguardian.com, Selasa (31/3/2020).

Para pejabat sekarang berjuang untuk menemukan pekerja migran yang telah kembali ke kota-kota kecil dan desa-desa di seluruh negeri untuk mengkarantina mereka selama 14 hari.

Setiap tahun, lebih dari sembilan juta pekerja migran pindah dari daerah pedesaan India ke pusat-pusat populasi besar untuk mencari pekerjaan di lokasi konstruksi atau pabrik.

Mereka mengirim uang kembali ke kota asal dan desa mereka.

Perdana menteri India mengucapkan permohonan maaf setelah memberlakukan status lockdown besar-besaran yang katanya telah berdampak pada jutaan orang miskin.

Modi dikritik karena kurangnya perencanaan menjelang penerapan  status lockdown.

Pemberitahuan lockdown itu kurang dari empat jam sebelum berlaku sehingga masyarakat tidak siap seperti dilaporkan oleh BBC.com.

Dampaknya, jutaan penduduk India kehilangan pekerjaan dan kelaparan. Puluhan ribu buruh migran pun terpaksa berjalan ratusan kilometer ke desa asal mereka.

Dalam pidato radio mingguannya, Modi mengatakan tidak ada cara lain untuk menghentikan penyebaran virus dengan cepat kecuali lockdown.

"Terutama ketika saya melihat saudara-saudari saya yang malang, saya pasti merasa bahwa mereka pasti berpikir, perdana menteri seperti apa yang telah menempatkan kami dalam kesulitan ini. Saya minta maaf untuk itu,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top